100 Ton Ikan Mati Mendadak, Kualitas Air Danau Toba Jadi Sorotan

Ahmad Arfah - detikNews
Rabu, 28 Okt 2020 17:35 WIB
Proses pengangkutan bangkai ikan dari Danau Toba (dok. Istimewa)
Foto: Proses pengangkutan bangkai ikan dari Danau Toba (dok. Istimewa)
Medan -

100 ton ikan mati mendadak di Danau Toba, Sumatera Utara (Sumut) beberapa waktu lalu. Kualitas air di Danau Toba pun menjadi salah satu sorotan.

Akademisi Program Studi Manajemen Sumber Daya Perairan Universitas Sumatera Utara (USU), Rusdi Leidonald, mengatakan matinya ikan secara mendadak bisa dipicu penurunan kualitas air. Menurutnya, penurunan kualitas air bisa dipicu banyak faktor.

"Ada banyak hal yang dapat menyebabkan penurunan kualitas air," kata Rusdi, Rabu (28/10/2020).

Dia mengatakan salah satu yang menjadi pemicu turunnya kualitas air adalah faktor cuaca. Menurutnya, penjelasan Dinas Pertanian Samosir soal angin kencang yang memicu air berputar sehingga air keruh naik ke atas danau bisa menjadi penyebab penurunan kualitas air.

"Secara teoritis memang dapat mengakibatkannya," kata Rusdi.

Namun, Rusdi mengatakan persoalan penurunan kualitas air ini harus dianalisis lebih lanjut. Rusdi mengatakan pihaknya belum memiliki data terbaru soal kualitas air Danau Toba.

"Kami di USU belum memiliki data terakhir perihal keadaan Danau Toba terkini dan saya yakin respons Pemkab dan Pemko sekeliling Danau Toba beserta Pemprovsu juga memiliki kompetensi di bidang tersebut," tuturnya.

Rusdi menjelaskan angin kencang bukan cuma mengganggu kualitas air di Danau Toba. Dia menyebut angin kencang juga pernah mengganggu kualitas air di beberapa danau di Indonesia.

"Hal ini juga sering terjadi di danau lainnya, seperti danau Singkarak di Sumatera Barat," ucap Rusdi.

Penelitian terkait kualitas air di Danau Toba ini pernah dilakukan pada 2014. Direktur Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan KLHK saat itu, Karliansyah, menyebut danau yang jadi objek wisata itu tercemar pakan ikan.

"Jadi di Danau Toba banyak keramba apung dari perusahaan dan masyarakat adat. Dari keramba tersebut banyak pakan ikan yang terendapkan," kata Karliansyah saat berbincang, Sabtu (6/6/2015) malam.

Selanjutnya
Halaman
1 2