Profil Presiden Prancis, Emmanuel Macron yang Dikecam soal Hina Islam

Lusiana Mustinda - detikNews
Rabu, 28 Okt 2020 16:13 WIB
French President Emmanuel Macron, center, visits the devastated site of the explosion at the port of Beirut, Lebanon, Thursday Aug.6, 2020. French President Emmanuel Macron has arrived in Beirut to offer French support to Lebanon after the deadly port blast.(AP Photo/Thibault Camus, Pool)
Foto: AP Photo
Jakarta -

Presiden Prancis, Emmanuel Macron memicu kemarahan dan kecaman dari banyak pihak. Hal ini terkait dengan komentarnya membela sekularisme Prancis dan kritik terhadap Islam radikal.

Menurut Perdana Menteri Pakistan Imran Khan mengatakan Macron telah "menyerang Islam". "Presiden Macron telah menyerang dan melukai sentimen jutaan Muslim di Eropa dan di seluruh dunia," tulis Khan dalam unggahannya di Twitter seperti dilansir AFP, Senin (26/10/2020).

Tak hanya Imran Khan, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan juga mengecam Macron. Menurut Erdogan, Macron memiliki masalah dengan warga Muslim dan membutuhkan pemeriksaan medis untuk mentalnya.

"Orang yang berwenang di Prancis telah tersesat. Dia bicara tentang Erdogan setiap hari. Lihat ke diri Anda sendiri dan kemana Anda akan pergi," kata Erdogan dalam Reuters, Minggu (25/10/2020).

Siapa Presiden Prancis yang disebut Erdogan? Ini Profil dari Emmanuel Macron:

1. Presiden Termuda di Prancis

Emmanuel Macron lahir pada 21 Desember 1977 di Amiens, kota di Utara Prancis. Macron dikenal sebagai sosok yang cerdas.

Macron menjadi presiden termuda dalam sejarah Prancis. Di usia 39 tahun ia berhasil memenangi Pemilihan Presiden Prancis mengalahkan Le Pen. Macron berusia setahun lebih muda dari Napoleon Bonaparte saat menjabat Presiden Prancis pada 1848.

2. Pendidikan dan Karier

Setelah lulus dari sekolah elite École nationale d'administration (ENA) atau Sekolah Nasional Administrasi di tahun 2004, Macron bekerja sebagai pemeriksa keuangan di Kementerian Ekonomi Prancis dengan kontrak pemerintah.

Di tahun 2008, ia pindah dan bergabung dengan bank Rothschild & Cie sebagai bankir investasi.

3. Politik

Di tahun 2006, Presiden Prancis Emmanuel Macron bergabung dengan Partai Sosialis. Tiga tahun kemudian ia memutuskan untuk menjadi politikus independen.

Jabatan pemerintahan pertamanya pada tahun 2012 sebagai staf pribadi Presiden Francois Hollande dan kemudian ditunjuk sebagai Menteri Perekonomian, Industri dan Urusan Digital di bawah pemerintah Perdana Menteri Manuel Valls.

Tahun 2016, Macron mendirikan En Marche!, ini merupakan gerakan dan partai politik independen beraliran sosialis-liberalis. Gerakan ini didirikan di kota Amiens. Empat bulan setelah mendirikan ini, ia keluar dan mencalonkan diri sebagai Presiden Prancis pada 16 November 2016.

4. Istri Emmanuel Macron

Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Brigitte Trogneux ternyata selisih usia 25 tahun. Keduanya menikah pada tahun 2007 setelah Brigitte bercerai dengan suami sebelumnya.

Keduanya bertemu pertama kali saat Macron berusia 15 tahun. Kala itu Brigitte adalah guru Macron di Sekolah Menengah Atas La Provicende di Amiens.

5. Presiden Prancis Dikecam

Presiden Prancis Emmanuel Macron dinilai telah menghina agama Islam. Hal tersebut dimulai ketika Macron berbicara tentang guru Samuel Paty yang dipenggal usai menunjukkan karikatur Nabi Muhammad kepada murid-muridnya dalam pelajaran kebebasan berbicara awal bulan ini.

Macron bersumpah bahwa Prancis "tidak akan menyerah" soal kartun Nabi dan mengatakan Paty "dibunuh karena Islamis menginginkan masa depan kita".

Kemarahan atas pernyataan Presiden Prancis membuat marah beberapa negara mayoritas Muslim. Tidak hanya melayangkan aksi protes, negara-negara tersebut juga memboikot produk-produk Prancis.

Tonton video 'Kecam Karikatur Nabi, Pelajar di Pakistan Bakar Bendera Prancis':

[Gambas:Video 20detik]



(lus/pal)