Doni Harap KKN Tematik Bisa Sadarkan Warga Bahwa Corona Nyata

Yulida Medistiara - detikNews
Rabu, 28 Okt 2020 15:17 WIB
Kepala BNPB Doni Monardo
Foto: Rusman - Biro Pers Sekretariat Presiden
Jakarta -

Ketua Satgas COVID-19 Doni Monardo mengatakan sebanyak 17 persen atau 44,9 juta orang dari 270 juta penduduk merasa tak mungkin atau sangat tidak mungkin terpapar COVID-19. Doni meminta kepada mahasiswa untuk ikut mengedukasi warga, COVID-19 itu nyata dan bukan konspirasi.

"Harapan saya, KKN tematik ini, betul-betul bisa agresif untuk menyadarkan masyarakat kita bahwa COVID-19 adalah nyata, COVID-19 adalah sebuah peristiwa yang terjadi dan bukan rekayasa serta bukan konspirasi," kata Doni, dalam diskusi 'Anak Muda Bawa Perubahan', Rabu (28/10/2020).

Doni meminta agar mahasiswa yang melakukan KKN tematik COVID-19 mensosialisasikan protokol kesehatan 3M memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak. Doni juga mengajak mahasiswa membangun kesadaran masyarakat terutama yang memiliki penyakit penyerta untuk mematuhi protokol kesehatan.

"Mereka yang punya komorbid dan lansia, akan sangat berisiko. Angka kematian bagi masyarakat yang rentan lansia dan punya penderita komorbid, mencapai 80 sampai 85 persen. Oleh karenanya, para mahasiswa sekalian harus mengingatkan mereka yang punya komorbid untuk lebih hati-hati," ujar Kepala BNPB itu.

Sementara itu, Mendikbud Nadiem Makarim mengapresiasi mahasiswa, dosen dan perguruan tinggi yang turut mendukung penanganan pandemi Corona. Ia menyebut sejak April ada 15 ribu mahasiswa terjun sebagai relawan melalui program relawan COVID-19 nasional.

"Inisiatif bergotong royong juga ditunjukan ribuan mahasiswa ada yang mengikuti program kampus mengajar perintis dimana mereka membantu pembelajaran murid-murid SD dan program-program kuliah kerja nyata tematik yang sudah berjalan sejak bulan Juni 2020," ujar Nadiem.

Selain itu Kemendikbud telah bekerjasama dengan BNPB, Kemendagri menjalankan program nasional KKN Tematik COVID-19 yang melibatkan lebih dari 5600 mahasiswa dari lebih dari 200 perguruan tinggi. Tujuannya untuk mengedukasi masyarakat menjalankan protokol kesehatan COVID-19.

Nadiem juga mengapresiasi perguruan tinggi yang telah melakukan riset dan inovasi dalam menciptakan teknologi alat medis untuk mendukung penanganan COVID-19 seperti alat ventilator dan rapid test.

"Saya mengapresiasi inisiatif dan semangat perguruan tinggi yang melakukan pengabdian membantu masyarakat, bangsa dan negara dengan karya yang nyata tidak sekedar wacana. Saya juga bangga dengan relawanan mahasiswa kalian adalah contoh pemimpin dari genarasi unggul harapan bangsa," ujar Nadiem.

(yld/imk)