NasDem Minta Hadiah Sepeda Lipat untuk Jokowi Tak Usah Dibuat Heboh

Rahel Narda Chaterine - detikNews
Rabu, 28 Okt 2020 15:14 WIB
Bendahara Umum Partai NasDem Ahmad Ali
Ahmad M. Ali (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

KPK mengimbau Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar melaporkan pemberian sepeda lipat dari artis Daniel Mananta. Wakil Ketua Umum Partai NasDem Ahmad Ali menilai kejadian ini tidak perlu dibesar-besarkan.

"Ya nggak usah dihebohin hal-hal (pemberian sepeda) begitu. Pak Jokowi ini kan sudah sudah teruji hal-hal seperti itu. Nggak usah diheboh-hebohkan," kata Ali saat dihubungi, Rabu (28/10/2020).

Ali pun menyoroti kejadian gratifikasi gitar yang pernah diterima Jokowi. Menurutnya, Jokowi patuh dan melaporkan gitar tersebut.

"Saya ingat, dulu, kasih gitar lah kasih apa, kan dilaporin (Pak Jokowi) sebagai bentuk gratifikasi kan waktu itu kan," sebut Ali.

Menurutnya, pemberian seperti ini bukan hal baru bagi Jokowi. Ali menilai Jokowi sudah sering melaporkan hadiah yang diterimanya kepada KPK.

"Kan kita sudah beberapa kali dipertontonkan Pak Jokowi, hadiah dari mana aja, dari kerjaan, hadiah gitar dan lain-lain kan. Semua dilaporin di KPK. Apalagi hal seperti itu, sehingga saya tidak khawatir sih. Kalau itu, itu sudah, bukan hal baru dalam kehidupannya beliau kan," ujar anggota Komisi III DPR itu.

Ali yakin dengan kepatuhan Jokowi dalam menghadapi gratifikasi. Ia menyebut Jokowi akan taat terhadap aturan.

"Jadi saya pikir semua orang pada koridornya kalau memang itu punya potensi melakukan sebagai pelanggaran, segera dilaporkan. Dan Pak Jokowi pasti orang yang taat untuk itu," tutur Ali.

Diketahui, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendapat sepeda lipat dari artis Daniel Mananta. KPK mengimbau Jokowi agar segera melaporkan sepeda lipat pemberian Daniel itu.

Kantor Staf Kepresidenan (KSP) pun akan melaporkan penyerahan sepeda itu ke KPK. Kepala Sekretariat KSP Yan Adikusuma mengatakan sepeda lipat itu masih berada di KSP. Sepeda tersebut belum diserahkan kepada pihak Istana Kepresidenan.

"Kemarin, sesuai instruksi Kepala Staf Kepresidenan, Pak Moeldoko, barang-barang tersebut akan kami laporkan ke KPK untuk diproses lebih lanjut sesuai dengan aturan yang berlaku," kata Yan dalam keterangan tertulis, Selasa (27/10).

Sementara itu, terkait gratifikasi gitar, kejadian itu terjadi saat Jokowi menjabat Gubernur DKI Jakarta. Jokowi menerima gitar bas dari personel band rock Metallica, Robert Trujillo. Namun rupanya sejak awal sudah merasa hadiah dari grup rock legendaris tersebut bersifat gratifikasi.

"Ya pada saat itu diberi ya seneng. Tapi setelah malam saya pikir jangan-jangan masuk gratifikasi, ya langsung kami serahkan," ujar Jokowi di Rumah Makan Warung Sunda, Jl Gatot Subroto, Jaksel, Selasa, 28 Mei 2013.

KPK lalu menyatakan alat musik itu sebagai milik negara. Sebab, pemberian gitar bas itu berkaitan dengan jabatan Jokowi sebagai gubernur. "Gitarnya jadi milik negara," ujar Direktur Gratifikasi KPK Giri Supradiyono.

(hel/elz)