Usai Insiden Wanita Ancam Bakar Balai Kota DKI, Tas Pengunjung Bakal Diperiksa

Arief Ikhsanudin - detikNews
Rabu, 28 Okt 2020 14:25 WIB
Balai Kota DKI Jakarta
Gedung Balai Kota DKI Jakarta. (Ilman/detikcom)
Jakarta -

Setelah insiden perempuan berniat membakar Blok G, Balai Kota DKI Jakarta, dengan bensin, Pemprov DKI memperketat penjagaan. Isi tas pengunjung akan diperiksa sebelum masuk ke area Balai Kota sebagai antisipasi.

Kabiro Umum Pemprov DKI Jakarta Budi Awaludin menyebut bensin yang dibawa perempuan itu sempat melewati pemeriksaan X-ray di lobi Blok G. Namun, itu disangka cairan biasa sehingga dia bisa naik ke lantai 12.

"Kronologinya, ibu itu (kemarin) sekitar pukul 12.10 WIB, masuk Blok G dulu. Setelah itu ibu itu, biasa di X-ray. Di mesin X-ray itu, karena di dalam tas taruh botol mineral. Nah, kan di dalam X-ray, kan keliatan cairan, kita berpikir itu air mineral," kata Budi saat dihubungi, Rabu (28/10/2020).

Saat perempuan itu ribut dengan petugas dan mengaku akan membakar gedung, barulah isi tas perempuan tersebut diperiksa. Ditemukan botol air mineral berukuran 1,5 liter berisi bensin.

"Akhirnya, kita geledah tasnya. Ternyata di tasnya itu ada bensin dan kayak karton. Akhirnya kita amankanlah bensin," ucap Budi.

Belajar dari kejadian itu, Pemprov DKI Jakarta akan memperketat penjagaan. Isi tas pengunjung akan diperiksa sebelum diizinkan masuk ke area gedung Blok G.

"Protapnya itu tetap berjalan baik, protap kesehatan, maupun keamanan. Cuma memang kemarin karena kita lihat itu sebagai air mineral. Maka ya kita menduga itu hanya sebatas air. Kita nggak periksa lagi tasnya. Ternyata itu adalah bensin. Ke depan, kita akan periksa dalamnya," ujarnya.

Diketahui, seorang perempuan berniat membakar gedung Balai Kota DKI Jakarta pada Selasa (27/10) dengan bensin. Pemprov menyebut perempuan tersebut mengalami gangguan jiwa karena mengaku sebagai presiden dan Rhoma Irama menjadi wapres.

Pemprov mengaku sudah melaporkan kejadian tersebut kepada Polsek Gambir. Perempuan itu disebut telah mengancam akan merusak aset negara.

"Saya sudah bersurat ke Polsek Gambir, melaporkan bahwa itu itu melakukan, mengancam perusakan aset pemerintah, dan mencemarkan nama baik," kata Budi.

(aik/zap)