Bawa Bensin, Seorang Perempuan Ancam Bakar Balai Kota DKI Jakarta

Arief Ikhsanudin - detikNews
Rabu, 28 Okt 2020 11:28 WIB
Pemerintah membatalkan cuti bersama di tanggal 22 Mei 2020. Itu artinya PNS dan pegawai BUMN pun tetap bekerja H-2 jelang lebaran.
Ilustrasi Kompleks Balai Kota DKI Jakarta. (Rifkianto Nugroho/detikcom)
Jakarta -

Seorang perempuan mencoba membakar Blok G Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan. Perempuan itu membawa bensin untuk membakar salah satu gedung di kawasan Balai Kota tersebut.

"Kejadiannya itu kemarin (27/10) jam 12 siang," ucap Kabiro Umum Budi Awaludin, Rabu (28/10/2020).

Dalam video yang beredar, anggota TNI dan polisi yang berjaga memeriksa dan mengeluarkan isi tas si perempuan yang masuk ke Balai Kota DKI. Tidak terima, perempuan tersebut berteriak ke petugas jaga.

"Saya tidak terima ini semua. Kubakar kantor ini... (suara tak jelas, red). Kalian kekerasan kepada saya," kata perempuan tersebut dalam video yang beredar.

"Ibu bawa bensin, mau bakar?" kata seorang petugas menimpali.

"Iya memang aku mau bakar," kata perempuan itu menjawab.

"Bensin itu," kata seorang polisi di lokasi.

Kembali ke Budi. Menurut penuturannya, perempuan tersebut masuk ke Blok G lantai 12 Biro Perekonomian di Balai Kota DKI. Perempuan tersebut menyebutkan ingin mengecek surat tapi marah-marah kepada pegawai Balai Kota.

"Pamdal perempuan karena melihat ibu-ibu maksa dan teriak-teriak. Akhirnya pamdal ini meminta bantuan dari BKO kota, TNI-Polri, dan pamdal naik ke atas. Karena dia memaksa mau ketemu (Kepala Biro Perekonomian), akhirnya teriak, 'Saya akan bakar gedung ini,' teriaknya seperti itu," katanya.

Petugas kemudian memeriksa tas perempuan tersebut. Ditemukanlah botol air mineral berisi bahan bakar minyak.

"Akhirnya kita geledah tasnya, ternyata di tasnya itu ada bensin dan kayak karton gitu. Akhirnya kota amankan bensinnya," ujar Budi.

Budi mengaku telah bersurat kepada Polsek Gambir. Perempuan itu disebut telah mengancam akan merusak aset negara.

"Saya sudah bersifat ke Polsek Gambir, melaporkan bahwa itu itu melakukan, mengancam, perusakan aset pemerintah, dan mencemarkan nama baik," katanya.

Simak video 'Polisi Tahan 67 Pelaku Kericuhan Demo UU Cipta Kerja':

[Gambas:Video 20detik]



(aik/dkp)