Polri Jawab soal Jenis Rokok Pemicu Kebakaran Kejagung

Kadek Melda Luxiana - detikNews
Selasa, 27 Okt 2020 19:42 WIB
Petugas Damkar telah berhasil memadamkan kebakaran di Gedung Kejagung. Kini mereka bisa beristirahat setelah belasan jam melawan api.
Kebakaran gedung utama Kejaksaan Agung (Grandyos Zafna/detikcom)
Jakarta -

Bareskrim Polri mengungkap penyebab kebakaran di gedung utama Kejaksaan Agung (Kejagung) karena adanya bara api dari rokok tukang yang sedang bekerja di salah satu ruangan. Lalu, apa jenis rokok yang menyebabkan gedung Kejagung terbakar?

"Terkait jenis rokok sudah disampaikan penyidik, oleh Kadiv Humas, termasuk oleh ahli bahkan juga dipraktikkan semua sudah jadi abu. Jadi enggak bisa disampaikan untuk jenis rokoknya apa," kata Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (27/10/2020).

"Itu keterkaitan dari kesesuaian keterangan saksi dan fakta-fakta yang ditemukan di lapangan," lanjutnya.

Bareskrim Polri mengungkapkan adanya kealpaan dalam kebakaran gedung Kejagung. Ahli forensik kebakaran Yulianto menjelaskan secara umum penyebab kebakaran Kejagung hingga analisisnya soal peristiwa itu..

"Jadi peristiwa kebakaran itu selalu diawali oleh api yang kecil. Di dalam proses, kalau dia berasal dari rokok, maka dia akan melalui proses yang disebut membara. Proses membara ini cirinya menghasilkan asap yang banyak sekali, berwarna putih," kata Yulianto kepada wartawan dalam konferensi pers di Bareskrim, Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (23/10).

Dalam proses membara ini, lanjut Yulianto, dapat terjadi proses transisi menuju tahap flaming. Yulainto menggambarkan proses transisi dengan contoh sebuah rokok menyala.

"Mengalami transisi menuju ke arah flaming. Kalau membara, kita ada yang merokok misalnya, kalau kita masukan alat ukur temperatur, itu kurang-lebih 600 derajat Celsius. Begitu dia bertransisi menjadi flaming combation, bisa di atas 1.000 derajat Celsius," jelas Yulianto.

"Nah, di dalam peristiwa ini, terjadi proses transisi tersebut, sehingga di dalam gedung di lantai 6, bagian aula terjadi proses penyalaan, membesar dan mengalami proses yang disebutnya fire growth, tumbuh, api itu tumbuh mengikuti hukum T Kuadrat," sambung Yulianto.

(rfs/rfs)