Pimpinan Komisi VII Baru Tahu LAPAN Bangun Observatorium untuk Cari Alien

Rahel Narda Chaterine - detikNews
Selasa, 27 Okt 2020 16:48 WIB
Eddy Soeparno (Foto: Zhacky/detikcom)
Foto: Eddy Soeparno (Foto: Zhacky/detikcom)
-

Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional (LAPAN) telah membangun observatorium untuk mencari kehidupan di luar bumi atau alien. Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Eddy Soeparno mengaku baru mendapat informasi tersebut.

"Saya baru mendengar bahwa ada rencana LAPAN untuk membangun fasilitas observatorium di NTT guna mencari kehidupan di luar bumi atau alien itu," kata Eddy kepada wartawan, Selasa (27/10/2020).

Eddy mengatakan belum pernah ada bahasan soal anggaran Rp 340 miliar untuk pembangunan fasilitas guna mencari kehidupan di luar bumi. Khususnya, dalam pembahasan anggaran untuk tahun 2021.

"Sesungguhnya kalau memang dananya Rp 340 m untuk membangun fasilitas dengan tujuan tersebut ya sungguh kami merasa, pertama belum pernah kami bahas itu dalam penetapan anggaran bersama-sama dengan LAPAN ketika kami menetapkan anggaran untuk LAPAN tahun 2021," ujar Eddy

"Saya tidak ingat persis detailnya. Nanti saya bisa cek lagi. Tapi seingat saya tidak pernah ada pembahasan spefisik tentang pembangunan observatorium untuk, antara lain meneliti adanya kehidupan di luar angkasa," imbuhnya.

Lebih lanjut, Sekjen DPP PAN ini menilai observatorium tersebut belum menjadi hal yang prioritas saat ini. Menurut dia, lebih baik memprioritasikan anggaran untuk menangani dampak dari COVID-19.

"Kedua kalau memang itu tujuannya demikian saya kira kita prioritaskan dahulu, daripada mencari alien dengan membangun fasilitas bernilai Rp 340 miliar mari kita mencari orang-orang sakit terkena COVID-19, orang-orang yang memang membutuhkan bantuan karena mereka kehilangan pekerjaan, mereka kemudian terancam tidak makan sehingga dana itu mungkin bisa digunakan lebih baik untuk hal-hal yang dibutuhkan secara prioritas," jelasnya.

Sebagai informasi, Komisi VII DPR RI merupakan salah satu alat kelengkapan yang menjalankan fungsi legislasi, anggaran, dan pengawasan terhadap kementerian dan lembaga yang berada di bidang energi, riset dan teknologi. Mulai dari Kementerian Riset dan Teknologi, LAPAN, LIPI dan sebagainya.

Diberitakan sebelumnya, Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional (LAPAN) telah membangun fasilitas Observatorium Nasional di Timau, Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan anggaran senilai Rp 340 miliar. Salah satu tujuan fasilitas ini adalah mencari kehidupan di luar bumi.

"Lapan telah membangun fasilitas Observatorium Nasional Timau di NTT, bersama dengan ITB, Undana, dan Pemda setempat. Mulai tahun ini, kami telah mengoperasikan teleskop 50 cm di Kupang, salah satunya untuk pengamatan komet dan asteroid," kata Peneliti Pusat Sains Antariksa LAPAN Rhorom Priyatikanto kepada wartawan, Selasa (27/10).

Selain itu, LAPAN merencanakan program pengamatan transient project mulai tahun ini. Arah program ini juga untuk mencari tahu soal teka-teki kehidupan di luar bumi.

"LAPAN akan merencanakan program pengamatan transient objects mulai tahun 2020. Eksoplanet dan supernova adalah contoh objek transien. Dengan kata lain, kami akan mulai mencari dan mempelajari eksoplanet dengan lebih sistematis. Salah satu arahnya memang menjawab apakah ada kehidupan di luar sana," ujarnya.

"Iya (kehidupan di luar bumi), itulah salah satu pertanyaan mendasar umat manusia yang ingin tahu," lanjutnya.

(hel/aud)