Djoko Tjandra-Brigjen Prasetijo Minta Hadir Dalam Sidang Pemeriksaan Saksi

Dwi Andayani - detikNews
Selasa, 27 Okt 2020 15:11 WIB
Majelis hakim menolak eksepsi yang diajukan Djoko Tjandra dalam kasus surat jalan palsu, Selasa (27/10/2020).
Foto: Majelis hakim PN Jaktim tolak eksepsi Djoko Tjandra (Dwi Andayani/detikcom)
Jakarta -

Brigjen Prasetijo Utomo meminta hadir dalam persidangan pemeriksaan saksi dalam kasus surat jalan palsu Djoko Tjandra. Permintaan ini disampaikan Prasetijo dalam sidang putusan sela hakim.

"Saya terima putusan yang disampaikan, saya juga sampaikan terimakasih pak. Namun, apabila diperkenankan kami boleh menghadiri untuk sidang berikutnya, untuk sidang pemeriksaan saksi. Kalau boleh kami datang ke Pengadilan Negeri Jakarta Timur. Terima kasih," ujar Prasetijo dalam persidangan, di PN Jakarta Timur, Selasa (27/10/2020).

Prasetijo sendiri saat ini diketahui berada di Rutan Bareskrim Polri. Dia mengikuti persidangan secara virtual yang ditampilkan dilayar dalam ruang sidang.

Pengacara Prasetijo, Petrus Bala Pattyona menjelaskan kliennya meminta hadir dalam persidangan untuk memastikan bukti surat palsu yang disangkakan. Dia juga turut melampirkan surat permohonan terkait sidang offline.

"Kami berikan surat permohonan. Dengan pertimbangan bahwa karena perkara ini pembuktian surat yang selama ini hanya virtual, terdakwa ingin memastikan bukti-bukti surat mana yang palsu," ujar Petrus.

Tidak hanya Prasetijo, Djoko Tjandra dan Anita Kolopaking melalui masing-masing pengacaranya juga meminta hadir dalam persidangan. Hal ini disampaikan keduanya dalam sidang putusan sela yang lakukan lebih dulu sebelum Prasetijo.

Menanggapi hal tersebut, Majelis Hakim Muhammad Sirat mengatakan pihaknya belum memutuskan bisa tidaknya persidangan secara offline. Sehingga dia menyebut saat ini sidang ditetapkan masih berlangsung secara online.

"Untuk permohonan, masih dipertimbangkan. Untuk persidangan perkara saudara sudah ditetapkan majelis hakim dalam bentuk online. Oleh karena masih sampai sekarang," ujar Hakim.

Sebelumnya, majelis hakim menolak eksepsi ketiga terdakwa kasus surat jalan palsu Djoko Tjandra tersebut.Hakim memutuskan persidangan dilanjutkan dengan agenda pemeriksaan saksi yang dijadwalkan pada Selasa 3 November 2020.

Dalam kasus ini, Brigjen Prasetijo Utomo didakwa bersama-sama Anita Dewi Anggraeni Kolopaking dan Djoko Tjandra memalsukan surat untuk kepentingan beberapa hal. Djoko Tjandra saat itu berstatus terpidana perkara pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali yang telah buron sejak 2009.

Djoko dan Anita didakwa melanggar Pasal 263 ayat 1 KUHP juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP juncto Pasal 64 ayat 1 KUHP dan Pasal 263 ayat 2 KUHP juncto Pasal 64 ayat 1 KUHP.

Sedangkan untuk Prasetijo didakwa melanggar tiga pasal yakni Pasal 263 ayat 1 KUHP juncto Pasal 55 Ayat 1, Pasal 426 ayat 2 KUHP juncto Pasal 64 KUHP ayat 1 dan Pasal 221 ayat 1 ke-2 KUHP juncto Pasal 55 ayat 1 KUHP.

(dwia/ibh)