Ramai Foto Truk Vs Komodo, Golkar Kritik Pembangunan Taman Nasional Komodo

Rahel Narda Chaterine - detikNews
Selasa, 27 Okt 2020 15:06 WIB
Ketua DPD I Jabar Dedi Mulyadi
Foto: Dedi Mulyadi. (Andika-detikcom)
Jakarta -

Ketua DPP Partai Golkar, Dedi Mulyadi, meminta pemerintah mengevaluasi pembangunan di kawasan Taman Nasional Komodo, Pulau Rinca, Nusa Tenggara Timur (NTT). Golkar meminta tim ahli melakukan kalkulasi dampak pembangunan itu.

"Jadi saya meminta itu saja, meminta Kementerian Lingkungan hidup untuk segera melakukan evaluasi. Kemudian menurunkan tim ahli untuk menghitung dampak dari pembangunan itu," kata Dedi saat dihubungi, Selasa (27/10/2020).

Wakil Ketua Komisi IV DPR ini mempertanyakan mengapa ada mobil masuk ke area habitat konservasi komodo. Menurutnya, pembangunan harus dilakukan di luar wilayah konservasi.

"Harus ada yang dievaluasi dari fenomena kemarin. Kok kenapa bisa mobil masuk ke area habitatnya komodo. Kan konservasi itu tidak boleh diganggu wilayah itu. Jadi kalau membangun harus di luar itu," ujarnya.

Dedi berharap habitat komodo tidak berubah menjadi tempat padat penduduk yang kemudian mengganggu. Ia menegaskan agar pulau di mana komodo tinggal harus dibuat nyaman untuk komodo, bukan manusia, yang diberi Dedi dengan istilah 'Mang Dodo'.

"Kalau tempat hidupnya komodo, jangan sampai terjadi nanti jumlah orang menjadi lebih banyak, yang mengganggu habitat komodo itu sendiri," ucapnya.

"Pulau Komodo itu harus menjadi habitat yang nyaman untuk komodo, bukan untuk Mang Dodo. Nggak apa-apa Mang Dodo nggak nyaman di situ. Yang penting komodo yang nyaman," imbuhnya.

Dedi menekankan pentingnya melindungi habitat konservasi komodo merupakan tugas pokok yang harus dijaga. Sedangkan pariwisata hanya manfaat terhadap perlindungan habitat komodo.

"Nah pariwisata itu hanya manfaat dari perlindungan habitat itu. Karena setiap perlindungan habitat itu kan pasti memberikan manfaat, di antaranya adalah manfaatnya itu pariwisata. Tetapi titik pokoknya adalah konservasi," kata Dedi.

Diberitakan sebelumnya, viral di media sosial foto yang menunjukkan seekor komodo tengah berhadapan dengan truk di Taman Nasional Komodo. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) memberi penjelasan.

Dalam foto yang viral, komodo di taman nasional itu berhadap-hadapan dengan truk. Lokasi foto itu disebut berada di Pulau Rinca, salah satu pulau di kawasan Taman Nasional Komodo, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Untuk diketahui, kawasan Labuan Bajo, yang sebagian wilayahnya meliputi TN Komodo ditetapkan sebagai salah satu destinasi Wisata Super Prioritas seperti ditetapkan dalam surat Sekretariat Kabinet Nomor B652/Seskab/Maritim/2015 tentang arahan Presiden Republik Indonesia mengenai pariwisata.

Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekowisata (KSDAE) KLHK, Wiratno, mengatakan di wilayah tersebut saat ini dilakukan pembangunan sarana prasana penunjang pariwisata.

"Terkait dengan foto yang tersebar di media sosial tersebut dapat dijelaskan bahwa kegiatan aktifitas pengangkutan material pembangunan yang menggunakan alat berat dilakukan karena tidak dimungkinkan menggunakan tenaga manusia. Penggunaan alat-alat berat seperti truk, ekskavator dan lain-lain, telah dilakukan dengan prinsip kehati-hatian," kata Wiratno dalam keterangannya, Minggu (25/10).

Pulau Rinca memiliki luas 20.000 hektare, sementara luas Lembah Loh Buaya adalah 500 hektare atau 2,5 persen dari luas Pulau Rinca. Estimasi populasi komodo di Pulai Rinca pada 2019 diperkirakan sebanyak 1.300 ekor, sementara populasi komodo di Lembah Loh Buaya sekitar 66 ekor.

(hel/gbr)