P2G: Sekolah Belum Terima Bantuan Kuota Internet di 19 Provinsi, Ini Datanya

Yulida Medistiara - detikNews
Selasa, 27 Okt 2020 13:14 WIB
Asian  student girl video conference e-learning with teacher on computer in living room at home. E-learning ,online ,education and internet social distancing protect from COVID-19 virus.
Ilustrasi sekolah online (Foto: iStock)
Jakarta -

Perhimpunan untuk Pendidikan dan Guru (P2G) menerima laporan terkait adanya sekolah yang belum menerima program bantuan kuota internet dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) di 19 provinsi. Adapun sekolah yang belum menerima bantuan kuota internet itu dari berbagai jenjang di 19 provinsi tersebut.

"Perhimpunan untuk Pendidikan dan Guru (P2G) kembali menerima informasi dan laporan terkait sekolah-sekolah yang belum kunjung mendapatkan bantuan kuota internet dari Kemdikbud, untuk periode bulan pertama September," ujar Koordinator P2G, Satriawan Salim, dalam keterangannya, (27/10/2020).

Adapun 19 provinsi yang sekolahnya masih belum menerima bantuan kuota tersebar di Aceh hingga Kalimantan Utara. Sekolah tersebut belum mendapatkan bantuan kuota internet pada September.

"Kami menerima laporan dari para guru jaringan P2G yang tersebar dari 19 provinsi: Aceh, Sumbar, Kepri, Riau, Sumsel, Banten, DKI Jakarta, Jabar, Jateng, Jatim, Bali, NTT, Sulut, Sultra, Sulsel, Kaltim, Kalteng, Kalbar, dan Kaltara. Bahwa para siswa dan guru belum dapat bantuan kuota internet bulan September," kata Satriawan.

Satriawan mengatakan siswa dan guru di daerah, termasuk di Jakarta masih banyak yang belum mendapatkan bantuan kuota internet. Padahal bantuan kuota internet itu dibutuhkan bagi guru dan siswa untuk mengurangi beban selama menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

Lebih lanjut, Kemendikbud sudah mulai menyalurkan subsidi kuota bulan kedua Oktober pada 22-24 Oktober (tahap 1). P2G menilai Kemendikbud tidak benar-benar serius dalam melaksanakan program yang memakan dana jumbo, sebesar Rp 7,2 triliun untuk empat bulan sampai Desember.

P2G mengaku telah menyampaikan laporan adanya siswa dan guru yang belum menerima bantuan kuota internet sejak September lalu. Namun, Satriawan mengatakan persoalan yang sama relatif dilaporkan dari tempat yang sama hingga saat ini, bahkan ada penambahan provinsi yang belum menerima bantuan.

"Laporan kepada P2G perihal siswa dan guru belum menerima bantuan kuota sebenarnya sudah pernah disampaikan akhir September lalu. Persoalan yang sama relatif dari tempat yang sama juga, masih terjadi hingga sekarang. Bahkan ada penambahan beberapa provinsi sehingga jumlahnya bertambah," ujar Satriawan.

"Artinya, Kemdikbud tidak serius dalam menindaklanjuti temuan-temuan keluhan bantuan kuota bulan September lalu. Padahal mendapatkan bantuan kuota ini merupakan hak dasar siswa dan guru agar pembelajaran PJJ khususnya daring tetap terlaksana," ungkapnya.

Sementara itu Sekretaris P2G, Afdhal meminta agar Kemendikbud berempati pada guru yang tetap semangat melakukan tugas belajar mengajar meski belum mendapat bantuan kuota internet. Afdal menyebut orang tua juga banyak yang menanyakan ke pihak guru dan kepala sekolah terkait kapan bantuan kuota dari Kemdikbud ini cair ke nomor ponsel mereka (anaknya).

Afdhal menyebut pihak sekolah sudah berupaya memenuhi syarat terkait pencairan bantuan kuota tersebut dengan melakukan pendataan, verifikasi, validasi dan menandatangani SPTJM serta mengirimkannya. Namun menurutnya bantuan kuota internet ini baru terserap bagi 35 juta pada bulan Oktober, padahal ada 58 juta data pendidik dan peserta yang mesti disalurkan bantuan kuota internet tersebut.

"Mestinya 58 juta penerima kuota ini sudah diberikan sedari September. Walau ada persoalan kendala teknis terkait verifikasi validasi yang masih ada. Tapi mestinya sudah bisa diselesaikan, sebab sudah 1 bulan lebih waktu perbaikannya," kata Afdhal.


Laporan diterima dari tanggal 24-25 Oktober 2020 melalui pesan WhatsApp (WA). Berikut rinciannya:

1. Dari beberapa SMP dan SMA swasta di DKI Jakarta. Banyak siswa yang belum menerima, begitu juga gurunya. Termasuk ada laporan dari guru dan siswa yang menggunakan nomor ponsel pascabayar.

2. Dari SMP Negeri di Kota Blitar, Jawa Timur, beberapa siswa dan guru belum dapat.

3. Dari SMA Negeri di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Sebagian siswa dan guru juga belum mendapatkan.

4. Dari SMP Negeri di Kabupaten Pandeglang, Benten.
Untuk di Pandeglang masih banyak guru dan siswa yang belum dan ada beberapa SMP yang guru dan siswanya belum mendapatkan sama sekali.

5. Dari SDLB Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau. Sebagian siswa belum mendapatkan.

6. Dari SMK Negeri 4 Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Semua guru dan siswa belum dapat kuota internet hingga sekarang, untuk yang September.

7. Dari SD Negeri di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Masih banyak guru dan siswa di SD yang belum dapat.
Untuk di Kabupaten Bekasi masih banyak guru dan siswa yang belum dapat, bahkan ada beberapa sekolah guru dan siswanya belum mendapatkan sama sekali. Padahal ada sebagian guru sudah dapat lagi bantuan kuota yang kedua Oktober sehingga guru dan siswa yang belum dapat kuota harus mengeluarkan modal ekstra sendiri untuk PJJ Daring.

8. Dari SMK Negeri di Kabupaten Ende, NTT. Sebagian kecil guru belum dapat dan sebagian besar siswa juga belum dapat.

9. Dari SMPN 1 Kabupaten Garut, Jawa Barat, beberapa guru belum menerima bantuan subsidi kuota dari bulan September.

10. Dari SMA Negeri di Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Guru sebagian besar belum dapat, siswa sebagian juga belum dapat.

11. Dari SMA Negeri 3 Kota Tarakan, Kalimantan Utara. Yang dapat paket kuota data hanya 10 orang dari 86 guru yang bertugas di sekolah tersebut. Sedangkan untuk siswa sebagian juga belum.

12. Dari SMA Negeri di Kota Pekanbaru, Riau. Sebagian besar guru belum dapat dan sebagian kecil siswa juga belum.

13. Dari SMA Negeri di Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Sebagian siswa belum dapat kuota internet.

14. Dari SMA Negeri 30 Kabupaten Garut, Jawa Barat. Guru dan siswa belum dapat kuota internet.

15. Dari SMA Negeri di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Sebagian guru dan siswa belum menerima.

16. Dari SMA Negeri di Kota Palembang, Sumatera Selatan. Sebagian siswa dan guru yang belum dapat kuota.

17. Dari SMA Negeri di Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Masih ada 20% siswa dan guru yang belum kunjung menerima bantuan kuota.

18. Dari SMA Negeri 1 Tabukan Utara, Kabupaten Sangihe, Sulawesi Utara. Hampir semua siswa dan guru sudah terkirim bantuan kuota sesuai yang telah diinput di dapodik. Namun, beberapa siswa dan guru yang belum terkirim dikarenakan setelah nomor diverifikasi, ternyata nomor tersebut tidak aktif.

19. Dari SMA Negeri di Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Hampir 50 orang siswa belum dapat kuota, adapun semua guru sudah menerima.

20. Dari SMA Negeri di Kabupaten Jembrana, Bali. Sekitar 5% siswa belum dapat kuota yang bulan September. Siswa kemrin kendalanya adalah salah input nomor kartu.

21. Dari SMP Negeri Turatea, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan. Sebagain kecil siswa masih ada yang belum dapat kuota.

22. Dari SMA Negeri 4 Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. Terdapat sebagian siswa yang belum dapat kuota internet.

23. Dari SMK Insan Medika, Kota Depok, Jawa Barat. Sebanyak 45 siswa (belum) dan 69 siswa (sudah) menerima kuota dari total siswa 114 orang.

24. Dari SMP Negeri 6 Satap Serawai, Kabuaten Sintang, Kalimantan Barat. Beberapa siswa dan guru belum mendapat kuota.

25. Dari SMA Negeri Baleendah, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Sebagian siswa dan guru belum dapat kuota internet.

26. Dari SMA Negeri Kota Banda Aceh, sebagian siswa dan guru belum mendapatkan kuota internet.

27. Dari SMP Negeri di Kota Batam, Kepulauan Riau. Sebagian siswa masih belum mendapatkan bantuan kuota.

28. Dari SD Negeri di Kabupaten Tanah Datar dan Kota Padang Panjang, Sumatera Barat. Guru sudah mendapatkan kuota. Sedangkan sebagian besar siswa tidak mendapatkan kuota hingga sekarang.

Selanjutnya
Halaman
1 2