Round-Up

Cara Ponakan Prabowo Sentil Pelecehan saat Diserang Lewat Foto Hamil

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 27 Okt 2020 06:18 WIB
Calon Wakil Wali Kota Tangsel Rahayu Saraswati Djojohadikusumo
Calon Wakil Wali Kota Tangsel Rahayu Saraswati Djojohadikusumo. (Foto: dok. ist)
Tangerang Selatan -

Rahayu Saraswati Djojohadikusumo punya cara tersendiri menyentil pelecehan yang menimpa dirinya. Calon wakil wali kota Tangerang Selatan (Tangsel) ini membandingkan kasus cuitan 'paha mulus' dengan serangan lewat foto kehamilan yang dikaitkan dengan Pilkada Tangsel 2020.

Sebelum dilecehkan lewat foto kehamilannya, keponakan Ketum Gerindra Prabowo Subianto ini diserang cuitan 'paha calon Wakil Wali Kota Tangsel mulus banget'. Alih-alih si pengunggah cuitan, politikus Partai Demokrat, Panca Laksana, tak menyebut nama Sara dan menampik cuitan itu ditujukan kepadanya.

"Kembali lagi saya berhadapan dengan realita yang ada di Indonesia, bahwa masih banyak orang yang belum mengerti apa arti pelecehan seksual. Sebelumnya, karena tidak ada foto dan tidak menyebutkan nama, maka dengan mudah yang bersangkutan menyatakan tidak ditujukan kepada satu orang secara spesifik," kata Saraswati dalam keterangan di akun Facebook resminya, seperti dilihat detikcom, Senin (26/10/2020).

Saraswati membandingkan dengan serangan yang diterimanya kali ini lewat foto kehamilan. Saraswati menyebut apa yang dilakukan si pengunggah foto dengan narasi pelecehan itu adalah tindakan mendiskreditkan perempuan.

"Kali ini, kawan saya men-tag saya di Twitter dan menunjukkan adanya lagi upaya tindakan seorang lagi mendiskreditkan saya dengan cara mengobjektifikasi saya sebagai seorang perempuan dengan mengunduh foto saya yang dia screencapture-kan dari akun Instagram saya," ujar Saraswati yang berpasangan dengan eks Sekda Tangsel Muhamad di Pilwalkot.

Saraswati berpendapat, foto dirinya tengah hamil bukan sembarang foto lantaran dirinya tengah merasakan karunia Tuhan. Dia mempertanyakan mengapa foto kehamilannya dijadikan alat serangan terhadap dirinya.

"Nah, foto hanya sekadar foto. Tapi, yang bersangkutan, sang pengunggah, menulis 'yang mau coblos udelnya silakan'. Foto 'maternity' yang seharusnya menjadi momen kebahagiaan dan kebanggaan, sebagai ungkapan syukur kami sebagai calon orang tua saat itu atas berkat yang Tuhan berikan kepada kami, dijadikan alat serangan yang mempertanyakan kelayakan saya sebagai seorang pemimpin," bebernya.

Serangan yang ditujukan kepada Saraswati disertai narasi 'coblos udelnya'. Menurut Saraswati, kata-kata yang digunakan si pengunggah yang mengomentari foto kehamilannya tidak bisa ditolerir dan mempertimbangkan mengambil jalur hukum.

"Harapan tentang adanya Pilkada bermartabat, kampanye terhormat, saling menampilkan visi misi yang baik, terasa semakin jauh dengan melihat masih adanya kenyataan seperti ini. Kali ini saya memang mempertimbangkan demikian (membawa ke ranah hukum)," ujarnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3