Ponakan Prabowo Segera Laporkan Serangan Lewat Foto Hamil

Eva Safitri - detikNews
Selasa, 27 Okt 2020 05:39 WIB
Juru Bicara BPN Prabowo-Sandi, Rahayu Saraswati Djodjohadikusumo
Rahayu Saraswati Djodjohadikusumo (Foto: Dok. Istimewa)

Menurut Sara, kata-kata yang digunakan si pengunggah yang mengomentari foto kehamilannya tidak bisa ditoleransi. Sara pun menyebut si pengunggah sengaja mencari-cari fotonya untuk dijadikan sebagai bahan serangan.

"Terlepas keyakinan setiap pribadi masing-masing dan cara pandang kita tentang cara berbusana yang layak, kata-kata yang digunakan jelas bentuk pelecehan dan ini tidak bisa ditolerir," tegas Sara, Minggu (25/10).

"Foto tersebut adalah foto dari 5 tahun lalu, artinya pun yang mengunggah dengan sengaja mencari foto sampai ke 5 tahun lalu yang bisa digunakan untuk menyerang secara sadar," imbuhnya.

Tim sukses (timses) Sara di Pilkada Tangsel 2020 menuding pihak tim lawan panik atas elektabilitas paslon nomor 1 itu. "Pihak sebelah mulai gila dan panik karena menggunakan segala cara yang tidak bermartabat lantaran dukungan rakyat kepada pasangan calon Wali Kota Muhamad dan Wakil Wali Kota Rahayu Saraswati semakin tinggi," kata Sekretaris Tim Pemenangan Muhamad-Saraswati, Wanto Sugito, kepada wartawan, Senin (25/10/2020).

Wanto, yang juga Ketua DPC PDIP Tangsel, belum bisa menyimpulkan apakah serangan terhadap Sara dilakukan pendukung paslon nomor urut 2 atau nomor urut 3. Pihak tim pemenangan akan berdiskusi untuk mengambil langkah hukum dan memastikan akan mengejar pelaku.

Partai Gerindra pun mendukung Sara untuk menempuh jalur hukum. Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Habiburokhman mengatakan serangan itu tidak bermoral dan merendahkan seorang ibu. Dia khawatir serangan ini merupakan lanjutan dari serangan sebelumnya yang juga terjadi kepada Sara.

"Kami mendukung jika kali ini Mbak Sara akan menempuh jalur hukum," kata Habiburokhman kepada wartawan, Minggu (25/10).

"Serangan tersebut sungguh tidak bermoral dan merendahkan kaum Ibu. Kami khawatir ini merupakan sekuel dari serangan sebelumnya, dimana ada narasi pelecehan terhadap beliau," lanjutnya.


(eva/jbr)