Nagari Padang Air Dingin Siapkan 8 Ribu Ha untuk Dikelola Nasrul Abit

Tim detikcom - detikNews
Senin, 26 Okt 2020 19:21 WIB
Pertemuan Calon Gubernur dari Partai Gerindra Nasrul Abit dengan warga Nagari Padang Air Dingin, Kecamatan Sangir Jujuhan, Kabupaten Solok Selatan, Senin 26 Oktober 2020.
Pertemuan Calon Gubernur dari Partai Gerindra Nasrul Abit dengan warga Nagari Padang Air Dingin, Kecamatan Sangir Jujuhan, Kabupaten Solok Selatan, Senin 26 Oktober 2020. Foto: Tim Media Pemenangan NA-IC.
Solok Selatan -

Cagub Sumatera Barat (Sumbar) nomor urut 2, Nasrul Abit, menemui warga Nagari Padang Air Dingin, Sangir Jujuhan, Solok Selatan (Solsel). Warga Nagari Padang Air Dingin menyiapkan tanah 8 hektare untuk dikelola bila Nasrul Abit terpilih sebagai bentuk dukungan kepada cagub Gerindra itu.

"Nagari kami ini tertinggal, Pak, pengangguran banyak, tetapi kami punya tanah ulayat 8 ribu hektare. Silakan Bapak manfaatkan untuk program-program pertanian dan perkebunan," kata salah seorang perwakilan ninik mamak, Datuak Batuah, kepada Nasrul Abit, Senin (26/10/2020).

Datuak Batuah meminta infrastruktur jalan di daerahnya ikut diperbaiki. Jika jalan bagus, dia yakin distribusi hasil pertanian bisa berjalan lancar, sehingga keuntungan bisa didapat oleh petani. "Tolong kalau Bapak terpilih, itu aspal jalan provinsi harus tembus ke Kabupaten Dharmasraya. Kalau tembus, otomatis hasil bumi kami akan naik Pak," pintanya.

Ia sangat berharap Nasrul Abit bisa terpilih menjadi gubernur Sumbar untuk lima tahun ke depan. Dari berbagai informasi yang dia terima, Wakil Gubernur ini cukup berhasil menghilangkan status daerah tertinggal di sejumlah daerah di Sumbar.

"Tertumpang harapan kami akan Bapak menang di pilkada nanti. Kami sudah cukup tahu sepak terjang Bapak dalam mengurus daerah tertinggal. Bapak sudah banyak pengalaman," harapnya.

Nasrul Abit berterima kasih dengan tawaran ninik mamak itu. Ia merasa sangat terbantu karena sektor pertanian atau perkebunan itu merupaan salah satu prioritas dalam program unggulannya. Begitu pula dengan pengentasan angka kemiskinan dan pengangguran.

"Ini bagian kehidupan saya. Saya masuk ke daerah tertinggal, kemudian mencari solusi konkret untuk mengeluarkan daerah itu dari status daerah tertinggal," ujar Nasrul Abit yang pernah menjadi Bupati Pessel dua periode ini.

Ia menjelaskan, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto saat ini sedang mencari puluhan ribu hektare lahan tidur untuk ditanami jagung sebagai upaya menjaga ketahanan pangan Indonesia. Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) juga mencari lahan tidur untuk dimanfaatkan.

Pemanfaatan lahan pertanian yang selama ini tak tergarap merupakan bagian dari program pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan. Untuk itu, tawaran lahan ini tentu saja akan bisa terwujud dalam waktu dekat.

"Tinggal buat kesepakatan saja. Jika lahan tidur termanfaatkan, maka secara otomatis angka pengangguran juga berkurang. Bisa dialihkan sementara menjadi petani. Ada perusahaan juga tentu bagus," ujar Datuak Malintang Panai itu.

(tor/fjp)