Round-Up

Heboh Isu Kepulangan Habib Rizieq dan Sederet Kontroversi yang Menyertai

Tim detikcom - detikNews
Senin, 26 Okt 2020 17:54 WIB
Jakarta -

Imam Besar FPI Habib Rizieq Syihab menyatakan akan pulang ke Tanah Air dalam waktu dekat. Sebelumnya isu kepulangan Rizieq ke Indonesia sudah beberapa kali menyeruak. Sejumlah kontroversi pun menyertai. Apa saja? Berikut daftarnya:

1. Kontroversi portal penghalang Rizieq

Pada 12 Juli 2019 lalu, muncul isu kontroversial soal portal penghalang kepulangan Rizieq. Isu ini diawali oleh Dahnil Anzar Simanjuntak yang saat itu dikenal sebagai mantan Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandiaga Uno di Pilpres 2019.

"Itu portal di tangan pemerintah, Habib itu nggak bisa keluar dari Arab Saudi, tentu itu ada... Kita nggak tahu apa komunikasi pemerintah Indonesia dengan pemerintah Arab Saudi, itulah yang kita harapkan dibuka pemerintah Indonesia sehingga Habib bisa kembali ke sini, bisa kembali dengan umat berdakwah," kata Dahnil, 10 Juli 2019 lalu.

Duta Besar RI untuk Arab Saudi, Agus Maftuh Abegebriel menyatakan portal itu adalah perkara overstay yang menjerat Rizieq. Supaya Rizieq bisa pulang, maka Rizieq harus membayar denda overstay dulu ke otoritas Saudi.

"Pertama, karena overstay. Cara penyelesaian ya bayar denda overstay sekitar 15 sampai dengan 30 ribu Riyal. Rp 110 juta per orang," kata Maftuh saat dimintai konfirmasi detikcom, saat itu.

Dahnil tidak puas dengan jawaban Dubes Agus Maftuh. Menurutnya, kunci portal kepulangan Rizieq ada di tangan pemerintah RI, bukan pemerintah Saudi. Portal itu menurut Dahnil adalah dendam politik, bukan perkara overstay.

Menko Polhukam saat itu, Wiranto, menepis isu bahwa kepulangan Rizieq ke Indonesia karena ditangkal masuk RI. "Kalau ada berita berita yang bersangkutan ditangkal untuk masuk ke Indonesia, tidak ada. Yang bersangkutan direkayasa untuk tidak kembali ke Indonesia, tidak ada," ujar Wiranto, Jumat (19/10).

Selanjutnya
Halaman
1 2 3 4 5