Vanessa Terisak Baca Pleidoi Kasus Pil Xanax, Minta Keringanan Hukuman

Isal Mawardi - detikNews
Senin, 26 Okt 2020 14:41 WIB
Vanessa Angel membacakan pledoi terkait kepemilikan 20 butir pil Xanax, di PN Jakbar, Senin (26/10/2020).
Foto: Vanessa Angel membacakan pledoi terkait kepemilikan 20 butir pil Xanax. (Isal/detikcom)
Jakarta -

Vanessa Angel menjalani sidang lanjutan terkait kasus kepemilikan 20 butir pil xanax dengan agenda pembacaan nota pembelaan atau pledoi. Dalam nota pembelaannya, Vanessa meminta keringanan tuntutan 6 bulan penjara.

Pembacaan pledoi itu dilaksanakan di Pengadilan Negeri Jakarta Barat (PN Jakbar), Jalan Letjend S Parman, Jakarta, Senin (26/10/2020). Mulanya, majelis hakim mempersilakan Vanessa membacakan pledoi.

Vanessa yang tampak mengenakan kemeja berwarna putih itu mulai membacakan pledoinya. Baru beberapa kalimat dibacakan, terdengar suara Vanessa memberat.

Kemudian ia menangis. Sambil terisak, Vanessa tetap melanjutkan untuk membacakan pledoi. Terkadang dia berhenti sesaat untuk mengusap air matanya.

"Saya memohon keringanan atas tuntutan 6 bulan," ujar Vanessa Angel sambil terisak.

Vanessa sangat sedih akan tuntutan 6 bulan penjara terhadap dirinya. Menurutnya, ia mengaku tak pernah mempunyai niat jahat ketika mengkonsumsi pil Xanax.

"Saya tidak pernah ada niat jahat," kata Vanessa.

"Saya selalu konsultasi ke dokter, karena gangguan kecemasan, saya tidak bisa tidur," lanjut Vanessa.

Suami Vanessa, Bibi Ardiansyah juga hadir mendampingi Vanessa. Bibi tiba-tiba menangis saat Vanessa mengaku mengalami gangguan kecemasan.

"Saya yakin, bapak majelis hakim akan memberikan putusan yang adil dan bijaksana," kata Vanessa.

Bibi Ardiansyah menangis saat mendengar Vanessa membacakan pledoi, di PN Jakbar, Senin (26/10/2020).Bibi Ardiansyah menangis saat mendengar Vanessa membacakan pledoi, di PN Jakbar, Senin (26/10/2020). Foto: Bibi Ardiansyah menangis saat mendengar Vanessa membacakan pledoi. (Isal/detikcom)

Pengacara Minta Vanessa Dibebaskan

Kuasa hukum Vanessa Angel turut membacakan pleidoi atau nota pembelaan terhadap kasus yang menimpa kliennya itu. Pengacara Vannesa Angel meminta kliennya dibebaskan dari dakwaan umum.

"Satu, menyatakan terdakwa Vanesza Adzania (Vanessa Angel) tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana didakwa dalam dakwaan primer. Dua, membebaskan terdakwa dari dakwaan umum," ujar pengacara Vanessa Angel, Arjana Bagaskara, ketika membacakan pleidoi di PN Jakbar.

Selain itu, Arjana juga meminta untuk memulihkan hak Vanessa dalam kemampuan berkedudukan, harkat, dan martabat.

"Menyatakan barang bukti sebagaimana tersebut pada diktum atau terlampir dalam surat penuntut umum diserahkan kepada yang berhak," lanjutnya.

Dalam pleidoi itu disebutkan kuasa hukum Vanessa Angel sangat kecewa dengan ketidakhadiran Abdul Malik dalam seluruh rangkaian persidangan. Abdul Malik merupakan eks pengacara sekaligus pihak yang memberikan pil Xanax ke Vanessa.

Vanessa Angel dan pengacaranya, Arjana Bagaskara (Isal Mawardi/detikcom)Vanessa Angel dan pengacaranya, Arjana Bagaskara (Isal Mawardi/detikcom)

"Penasehat hukum sangat menyayangkan bahwa saksi Haji Abdul Malik tidak dapat hadir di persidangan walau sudah dipanggil 3 kali oleh JPU dengan alasan Covid-19 dan PSBB. Namun dengan alasan serupa, saksi Haji Abdul Malik terbukti dapat memberikan keterangan sebagaimana dinyatakan dalam berita acara pemeriksaan tertanggal 30 Maret 2020 di dalam sumpah," kata Arjana.

Seperti diketahui, Vanessa Angel dituntut jaksa penuntut umum dengan hukuman 6 bulan penjara atas kasus kepemilikan 20 butir pil Xanax. Vanessa juga dihukum membayar denda sebesar Rp 10 juta subsider 3 bulan kurungan.

Polisi menyita 20 butir pil Xanax di kediaman Vanessa. Sebanyak 15 butir ditemukan di kamar Vanessa, sedangkan 5 butir ditemukan di dalam tas yang berada di mobil.

Vanessa Angel didakwa melanggar Pasal 62 UU RI Nomor 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika juncto Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 49 Tahun 2018 tentang Perubahan Penggolongan Psikotropika dalam Lampiran UU Nomor 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika.

Simak video 'Vanessa Angel Dituntut 6 Bulan Penjara Terkait Psikotropika':

[Gambas:Video 20detik]



(isa/zak)