Cegah Hoax, Jokowi Minta Erick Thohir Siapkan Komunikasi soal Vaksin COVID

Tim detikcom - detikNews
Senin, 26 Okt 2020 14:36 WIB
5 Tahun Jokowi-JK dan 1 Tahun Jokowi-Maruf Amin baru saja dilewati. Berikut serba-serbi pencapaian para tokoh tersebut untuk Indonesia.
Presiden Jokowi. (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak ingin ada disinformasi mengenai vaksin virus Corona (COVID-19). Untuk itu, Jokowi meminta jajarannya mematangkan komunikasi publik.

Dalam rapat terbatas secara virtual, Senin (26/10/2020), Jokowi berpesan kepada Menteri BUMN Erick Thohir untuk menyiapkan strategi komunikasi publik seputar vaksin COVID-19. Erick juga akan dibantu Menkominfo Johnny G Plate.

"Ini penting sekali, sekali lagi strategi komunikasi publiknya disiapkan dengan baik. Dan saya minta ini timnya Pak Menteri BUMN disiapkan lagi mengenai strategi komunikasi ini, di-backup, dibantu oleh Kominfo," kata Jokowi.

Jokowi berpesan kepada menterinya menjelaskan secara lengkap manfaat serta roadmap vaksin COVID-19. Ini dilakukan supaya tidak terjadi hoax.

"Dijelaskan secara komprehensif terhadap publik mengenai manfaat vaksin dan peta jalan pelaksanaan vaksinasi sehingga tidak terjadi disinformasi dan penyebaran berita hoax dari berbagai platform di media yang ada," ujar Jokowi.

Jokowi juga mendorong keamanan vaksin COVID-19. Jokowi Jokowi meminta vaksin COVID-19 didasarkan kaidah sains.

"Saya melihat aspek keamanan vaksin menjadi concern utama masyarakat, termasuk para pakar dan peneliti. Karena itu semua tahapan harus melalui kaidah-kaidah saintifik, kaidah ilmu pengetahuan berdasarkan data sains dan standar-standar kesehatan. Hati-hati, jangan sampai kita tergesa-gesa ingin vaksinasi, sehingga kita kaidah-kaidah saintifik, data-data kesehatan dinomorduakan. Tidak bisa," ujar Jokowi.

(dkp/knv)