Jokowi Minta Harga Vaksin COVID-19 Terjangkau

Tim detikcom - detikNews
Senin, 26 Okt 2020 14:35 WIB
5 Tahun Jokowi-JK dan 1 Tahun Jokowi-Maruf Amin baru saja dilewati. Berikut serba-serbi pencapaian para tokoh tersebut untuk Indonesia.
Presiden Jokowi (Foto: Tim detikcom)
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta harga vaksin COVID-19 bisa terjangkau oleh semua kalangan masyarakat Indonesia. Jokowi juga ingin aturan mengenai vaksinasi di Indonesia diatur sejak sekarang.

"Selain itu juga masalah dengan, karena ini ada yang gratis, ada yang mandiri atau bayar sendiri, ini juga pengenaan biaya dalam pelaksanaan vaksinasi secara mandiri harus betul-betul dikalkulasi dan dihitung secara cermat, disiapkan aturan sejak awal dan saya minta harganya bisa terjangkau," kata Jokowi saat membuka rapat terbatas Rencana Pengadaan dan Pelaksanaan Vaksinasi, Senin (26/10/2020).

Selain itu, Jokowi meminta jajarannya untuk menjelaskan secara gamblang terkait akses masyarakat terhadap vaksin. Termasuk juga penjelasan terkait alasan kelompok masyarakat yang mendapatkan prioritas vaksin COVID-19 lebih awal.

"Yang jadi concern masyarakat adalah akses masyarakat terhadap vaksin seperti apa. Bagaimana masyarakat bisa akses vaksin ini karena kita tahu penduduk kita gede banget, besar sekali. Maka dipastikan proses vaksinasi ini akan berjalan dan dilakukan secara bertahap dan hal ini perlu dijelaskan secara jelas, secara gamblang kepada masyarakat. Jelaskan siapa saja kelompok masyarakat mana yang mendapat prioritas vaksin lebih awal, kenapa mereka dulu, itu harus dijelaskan. Mengapa mereka dapat prioritas," ujar Jokowi.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu juga meminta aspek keamanan dan keefektifan vaksin COVID-19 diperhatikan. Jokowi menegaskan proses vaksinasi harus melalui tahapan yang jelas.

"Saya melihat aspek keamanan vaksin menjadi concern utama masyarakat, termasuk para pakar dan peneliti karena itu semua tahapan harus melalui kaidah-kaidah saintifik, kaidah ilmu pengetahuan berdasarkan data sains dan standar-standar kesehatan," ujar Jokowi.

"Hati-hati, jangan sampai kita tergesa-gesa ingin vaksinasi sehingga kita kaidah-kaidah saintifik, data-data kesehatan dinomorduakan. Tidak bisa. Jangan timbul persepsi bahwa pemerintah itu tergesa-gesa, terburu-buru tanpa ikuti koridor-koridor ilmiah yang ada. Tolong betul-betul kita lalui semuanya meskipun ingin dipercepat, tapi sekali lagi hal-hal tadi jangan sampai dilupakan," sambung Jokowi.

(knv/dkp)