Inovasi Kemenhub & Dekranas Manfaatkan Asam Jawa untuk Membatik

Inkana Putri - detikNews
Senin, 26 Okt 2020 14:21 WIB
Kemenhub membatik
Foto: Kemenhub
Jakarta -

Kementerian Perhubungan melalui Dharma Wanita Persatuan Kementerian Perhubungan kembali menggelar kerja sama dengan Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) melalui pelatihan membatik menggunakan tamarin atau bubuk asam jawa.

Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemenhub sekaligus Ketua Bidang Wirausaha Baru Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Endang Budi Karya menyampaikan metode membatik dengan tamarin merupakan suatu inovasi baru yang inovatif dan kreatif.

"Hari ini kami, Dharma Wanita Persatuan Kemenhub berkolaborasi dengan Dewan Kerajinan Nasional melakukan pelatihan membatik dan mewarnai batik dengan metode yang baru. Biasanya kita menggambar dengan lilin panas, sekarang kita lakukan dengan bahan dasar yang baru yaitu tamarin atau bubuk asam jawa. Ini merupakan hal baru yang sangat inovatif dan kreatif, karena dengan metode tamarin ini keistimewaannya kita dapat mewarnai berbagai warna dalam sekali motif batik," ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (26/10/2020).

Hal tersebut ia sampaikan saat pelatihan yang dilaksanakan di komplek JL. Widya Chandra Jakarta Selatan, Sabtu (24/10). Pelatihan ini dihadiri oleh 30 orang peserta yang memiliki minat dan bakat khusus dalam bidang seni dan kerajinan.

Dalam kesempatan tersebut Endang menjelaskan proses membatik jenis ini dimulai dengan mengolah biji asam jawa menjadi bubuk halus. Selanjutnya, bubuk tamarin dicampur dengan sedikit minyak nabati (mentega atau minyak kelapa), lalu diaduk hingga menjadi pasta atau sedikit kental. Tekstur seperti inilah yang nantinya bisa digunakan untuk menggambar pola pada kain.

"Setelah gambar pola sudah didinginkan dan dikeringkan, baru dimulai proses pewarnaan. Keistimewaannya dalam metode pewarnaan batik dengan tamarin ini adalah dapat mewarnai dengan berbagai warna dalam sekali motif. Proses pewarnaan ini dilakukan dengan mempergunakan kuas ukuran yang beragam dari ukuran kecil sampai sedang," imbuhnya.

Melalui pelatihan ini, Endang berharap para peserta dapat meneruskan ilmunya dengan melatih para anggota DWP Kementerian Perhubungan lainnya.

"Saya berharap agar teman-teman yang sudah mendapatkan ilmu hari ini, dapat meneruskan ilmunya kepada anggota DWP yang lain. Karena berlatih membuat batik merupakan salah satu upaya kita untuk mendukung pelestarian budaya asli indonesia," pungkasnya.

Sebagai informasi, pelatihan ini turut dihadiri oleh Staf Ahli Dekranas Wignyo Rahadi yang juga merupakan seorang perancang busana.

(mul/mpr)