PPP Dinilai Butuh Sandiaga untuk Efek Kejut Pikat Pemilih

Elza Astari Retaduari - detikNews
Senin, 26 Okt 2020 13:58 WIB
Sandiaga Salahudin Uno atau sering dipanggil Sandi Uno adalah pengusaha asal Indonesia. Sering hadir di acara seminarseminar, Sandi Uno yang berdarah Gorontalo ini kerap memberikan pembekalan tentang jiwa kewirausahaan, utamanya pada pemuda.
Sandiaga Uno (Dok Istimewa)
Jakarta -

Nama Sandiaga Uno masuk bursa ketua umum (Ketum) PPP, dari lingkup eksternal partai berlambang Ka'bah itu. Mantan Wakil Gubernur DKI itu dinilai bisa menjadi jawaban atas kebutuhan PPP yang saat ini dianggap sedang dalam krisis kepemimpinan.

"Dari sisi kebutuhan, PPP memang mengalami penurunan yang cukup ya. Seperti kasus Romi (eks Ketum PPP Romahurmuziy yang terseret korupsi), belum lagi kalah dengan partai Islam lainnya. Bahkan kemarin hampir nggak lolos PT (parliamentary threshold/ambang batas masuk parlemen)," ujar Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia, Yunarto Wijaya, dalam perbincangan, Senin (26/10/2020).

Yunarto menilai PPP membutuhkan efek kejut untuk mendongkrak suara di Pemilu 2024. Sandiaga dianggap mampu menjadi efek kejut tersebut.

"Memang partai ini membutuhkan efek kejut, paling mudah melihat perilaku pemilih Indonesia yang cenderung demokrasi kultus butuh sosok yang kuat sebagai ketum. Sandi punya daya magnet elektoral. Ini yang tidak dimiliki ketum sebelumnya, seperti Romi, Suharso," sebut Yunarto.

Sandiaga, yang pernah menjadi cawapres berpasangan dengan Prabowo, disebut punya modal elektoral yang lebih dibandingkan tokoh internal PPP. Tak heran, kata Yunarto, ada suara dari lingkup internal PPP yang menginginkan Sandiaga menjadi ketua umum.

"Mungkin itu sebagian kader PPP yang mulai risau, apalagi PT akan dinaikkan lagi. Karena, dengan segala hormat, tidak ada tokoh PPP yang kuat kalau kita lihat dari segi elektabiltias. Dari 2 pilpres terakhir, bisa kita lihat tidak ada tokoh PPP yang masuk bursa capres ataupun cawapres," ucap Yunarto.

"Sementara Sandiaga punya modal itu, dia pernah cawapres, menang di Pilgub DKI. Masih masuk 5 besar di bursa capres. Dalam kebutuhan PPP itu, Sandi punya modal besar. PPP itu bukan PDIP, Gerindra, atau Demokrat yang sentra kekuatan ada di satu orang. Ada krisis kepemimpinan di PPP sehingga membutuhkan tokoh yang memiliki daya magnet elektoral," tambahnya.

Yunarto WijayaYunarto Wijaya (Ari Saputra/detikcom)

Meski ada penolakan dari beberapa tokoh PPP soal Sandiaga, Yunarto menilai yang menjadi persoalan bukanlah hal tersebut. Masalah justru ada di lingkup internal Sandiaga sendiri yang disebut punya risiko besar ketika keluar dari Gerindra tanpa restu.

Politikus Gerindra itu dinilai perlu mendapat restu dari sang ketum, Prabowo Subianto. Sandiaga juga dinilai butuh dukungan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Dia kader Gerindra, risiko besar jika maju hanya pakai nama pribadi. Dia bisa ke PPP bila ada restu besar dari Prabowo maupun tokoh-tokoh besar terdekatnya, termasuk Jokowi," kata Yunarto.

Bila maju 'perseorangan', Sandiaga dianggap tentunya bisa-bisa saja. Hanya, bila tanpa restu Prabowo dan Jokowi, itu dinilai sebagai sebuah pertaruhan besar terhadap diri Sandiaga sendiri.

"Kalau dirinya sendiri punya modal, bisa menarik kader PPP. Sandi ada uang, popularitas. Yang menjadi penentunya adalah faktor Prabowo atau orang besar lain yang dekat dengannya, termasuk Jokowi. Jadi yang jadi hambatan adalah faktor internal Sandi, gimana menyelesaikan dengan Gerindra," tutur Yunarto.

Diberitakan sebelumnya, nama sejumlah tokoh mencuat untuk mengisi kursi Ketua Umum PPP. Tokoh internal yang masuk bursa Ketum PPP adalah sang Plt Ketum, Suharso, Ketua Majelis Pertimbangan Pusat PPP yang juga anggota Wantimpres M Mardiono, dan Wakil Gubernur Jawa Barat UU Ruzhanul Ulum.

Ada juga sejumlah nama dari lingkup eksternal PPP. Setidaknya ada 3 nama yang muncul dari luar PPP untuk menjadi kandidat Ketum.

DPW PPP Jawa Timur akan menyodorkan nama Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dan mantan Wagub Jatim Saifullah Yusuf (Gus Ipul) sebagai calon Ketum PPP. Keduanya dinilai layak memimpin partai dalam skala nasional.

Kemudian, nama Sandiaga Uno juga diusulkan oleh sejumlah DPC PPP untuk menjadi ketum PPP. Muktamar PPP rencananya akan digelar di Makassar pada pertengahan Desember mendatang.

"Sementara ada sejumlah DPC yang juga mewacanakan Sandiaga Uno. Ya itu kan hak untuk menyampaikan, tetapi semua tergantung kepada muktamirin, siapa yang akan dipilih nanti," kata Wasekjen PPP Achmad Baidowi saat dihubungi wartawan, Minggu (25/10).

(elz/tor)