Satgas COVID-19 Diteriaki-Ditolak Massa Saat Datangi Lomba Kicau di Medan

Datuk Haris Molana - detikNews
Senin, 26 Okt 2020 13:44 WIB
Poster
Ilustrasi COVID-19 (Edi Wahyono/detikcom)
Medan -

Petugas Satgas COVID-19 di Medan Tuntungan diteriaki dan ditolak oleh massa ketika melakukan monitoring protokol kesehatan di acara lomba kicau burung. Petugas yang ditolak kemudian meninggalkan lokasi.

"Semalam itu sekitar pukul 14.40 WIB, kita ada monitoring rutin, memang kan kita ada posko di sini kan, lakukan monitoring rutin, di samping itu memang ada laporan masyarakat sekitaran situlah (lokasi)," kata Camat Tuntungan, Topan Ginting, saat dimintai konfirmasi, Senin (26/10/2020).

Topan menjelaskan peristiwa itu terjadi saat lomba kicau burung di salah satu lapangan di Medan Tuntungan, Minggu (25/10). Dia mengatakan, saat petugas datang, warga yang ada di lokasi terlihat tidak menggunakan masker dan tak menjaga jarak.

"Ternyata setelah di-monitoring, dilihat ternyata banyak yang tidak pakai masker kemudian social distancing-nya nggak ada, semuanya rapat-rapat. Kemudian, ya karena sudah seperti itu ya diingatkan, diimbau, disampaikanlah pakai Toa (pengeras suara)," ujar Topan.

"Karena itu kan lapangan terbuka, jadi ketika seperti itu ya informasinya dan ada video yang beredar juga itu saya lihat mereka ditolak, diteriak-teriakin gitulah," sambung Topan.

Petugas kemudian meninggalkan lokasi karena menilai situasi tidak kondusif. Dia mengatakan pihak panitia dan warga di situ diduga menghalangi petugas.

"Karena memang kondisinya nggak kondusif ya mereka ramai sekali ya, dari panitia, dari jurinya, para masyarakat itu ramai sekali. Jadi ya dihalangilah tidak bisa memberikan imbauan, gitulah kira-kira," ujar Topan.

Dia menyesalkan peristiwa itu. Menurutnya, petugas memberi peringatan demi kebaikan warga.

"Ya karena situasi mulai tidak kondusif karena anggota saya pun cuma 6 orang, akhirnya balik kanan. Ya kita menyesalkanlah kejadian tersebut. Kenapa ada bisa ada apa namanya petugas yang sedang bertugas kenapa diusir seperti itu, dihalang-halangi. Padahal untuk kebaikan masyarakat harusnya," ujar Topan.

Topan mengaku telah melaporkan kejadian tersebut kepada Pjs Wali Kota Medan dan Kepolisian. Dia mengatakan Satgas tetap melakukan monitoring secara rutin.

"Nanti kita surati ke pimpinan. Saya sudah kabari Pak Wali, saya teruskan juga ke Polrestabes. Ya artinya kalau di dalam ada hal-hal yang berkaitan atau bertentangan dengan hukum ya saya meminta ya kalau bisa diproses. Supaya jangan lagi kejadian seperti itu. Petugas kita kasihan," sebut Topan.

"Ya artinya kita tetap tidak kapok, kita tetap untuk kebaikan ya, kita tetap melaksanakan rutin, tiap hari kita laksanakan," pungkasnya.

(haf/haf)