Alokasikan Dana PEN untuk Proyek JIS dan TIM, Ini Alasan Pemprov DKI

Eva Safitri - detikNews
Senin, 26 Okt 2020 07:59 WIB
Wagub DKI Ahmad Riza Patria (Wilda-detik)
Wagub DKI Ahmad Riza Patria (Wilda/detikcom)
Jakarta -

Wakil Gubenur DKI Ahmad Riza Patria menjelaskan dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) tersebar untuk beberapa program. Ada untuk pengendalian banjir hingga pembangunan perumahan rumah DP 0%.

"Alokasinya banyak itu, alokasinya tersebar utamanya ke pengendalian banjir, lebih dari Rp 5 triliun, kemudian buat perumahan DP 0%, kan itu program," kara Riza saat dihubungi detikcom, Sabtu (25/10/2020).

Riza juga menyebut ada pengalokasian untuk melanjutkan proyek Jakarta International Stadium (JIS) dan pembangunan hotel Taman Ismail Marzuki (TIM). Riza mengatakan alasan pengalokasian itu untuk menepati apa yang telah menjadi janji Gubernur DKI Anies Baswedan.

"Ada iya, kan semua diprioritaskan sesuai janji, pemimpin itu kan harus memenuhi janji, karena janjinya untuk banjir ya kita alokasikan, janjinya untuk rumah ya kita alokasikan, janji bangun stadion, kita bangun, janji untuk bangun budaya kan. Itu penting nanti teman-teman sastrawan, budayawan merasa nggak diperhatikan, jadi kan kita bangun supaya kita bisa optimalkan kebudayaan Jakarta khususnya. Jadi dialokasikan anggarannya termasuk stadion kan perlu karena kan janji juga," ujarnya.

Riza mengatakan pembangunan stadion di Jakarta juga telah menjadi janji gubernur-gubernur sebelumnya. Untuk itu, Anies, menurutnya, meneruskan janji-janji yang sempat tertunda tersebut.

"Sudah janji bangun stadion itu kan dari zaman dulu, dari zaman Bang Yos (Fauzi Bowo), Bang Yos janji belum selesai, Pak Jokowi, Pak Ahok kan janji bangun stadion, masa Pak Anies janji nggak dipenuhi, Pak Anies kan harus penuhi janjinya, itu janji semua gubernur, jadi kita meneruskan janji-janji pemimpin sebelumnya," ungkapnya.

Diketahui, DPRD bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta sedang membahas APBD Perubahan (APBD-P) 2020. Total APBD yang didapat saat ini sebesar Rp 57 triliun.

Pendapatan anggaran itu termasuk dana bantuan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sebesar Rp 3,2 triliun. Dana PEN akan digunakan dalam pembiayaan proyek yang berhenti karena COVID.

"Tahun ini kita dapat Rp 3,2 T. Itu akan dipakai untuk 6 kegiatan. Ada infrastruktur, kebudayaan. Proyek-proyek yang ditetapkan di 2020 lalu karena COVID dia berhenti. Itu dibiayai dengan PEN ini," kata Wakil Ketua DPRD DKI, M Taufik.

"Ada Jakarta International Stadium, ada normalisasi kali dan pelebaran kali, pembebasan lahan untuk kali, ada underpass dan flyover," sambungnya.

Tonton video 'Sri Mulyani Sebut Penyerapan Dana PEN di Daerah Masih Lamban':

[Gambas:Video 20detik]



(eva/dwia)