Round-Up

Lagi-lagi Fisik Ponakan Prabowo Jadi Bahan Serangan Politik

Tim detikcom - detikNews
Senin, 26 Okt 2020 05:31 WIB
Rahayu Saraswati atau Sara Djojohadikusumo menjalani sesi foto di kantor detikcom
Rahayu Saraswati / Foto: Rachman Haryanto

Foto Maternity

Yang terbaru, Sara diserang lewat foto maternity atau kehamilan yang memperlihatkan perutnya yang membesar. Dilihat di akun Twitter-nya, Sara mengomentari unggahan yang menyertakan foto dirinya saat tengah hamil. Dalam unggahan itu, ada narasi 'coblos udelnya'. Foto itu memang menunjukkan Sara tengah memegang perutnya yang membesar dan memperlihatkan bagian pusarnya.

Bagi Sara, penggunaan fotonya saat hamil untuk bahan serangan adalah hal yang menyedihkan. Menurutnya, foto itu diambil saat dirinya tengah mengandung anak pertama dan sama sekali tidak terkait dengan Pilkada.

"Cukup menyedihkan bahwa foto yang diambil suami saya sebagai ungkapan syukur kami atas berkat yang Tuhan berikan kepada kami 5 tahun lalu saat hamil dengan anak pertama, yang tidak ada kaitan sama sekali dengan Pilkada saat ini (pemikiran mau maju saja tidak ada), dijadikan bahan serangan pendukung lawan," kata Waketum Gerindra ini.

Menurut Sara, kata-kata yang digunakan si pengunggah yang mengomentari foto kehamilannya tidak bisa ditoleransi. Sara pun menyebut si pengunggah sengaja mencari-cari fotonya untuk dijadikan bahan serangan.

"Terlepas keyakinan setiap pribadi masing-masing dan cara pandang kita tentang cara berbusana yang layak, kata-kata yang digunakan jelas bentuk pelecehan dan ini tidak bisa ditolerir," tegas Sara.

"Foto tersebut adalah foto dari 5 tahun lalu, artinya pun yang mengunggah dengan sengaja mencari foto sampai ke 5 tahun lalu yang bisa digunakan untuk menyerang secara sadar," imbuhnya.

Kali ini, dia enggan tinggal diam. Sara mempertimbangkan untuk melaporkan kasus ini ke polisi.

"Harapan tentang adanya pilkada bermartabat, kampanye terhormat, saling menampilkan visi misi yang baik, terasa semakin jauh dengan melihat masih adanya kenyataan seperti ini. Kali ini saya memang mempertimbangkan demikian (membawa ke ranah hukum)," tandasnya

Halaman

(imk/imk)