3 Rumah Jebol-Puluhan Terendam Banjir Bandang di Cimahi

Whisnu Pradana - detikNews
Senin, 26 Okt 2020 03:36 WIB
Banjir bandang Cimahi
Foto: Whisnu Pradana-detikcom
Jakarta -

Banjir bandang menerjang pemukiman warga RT 04 RW 06, Kelurahan Cigugur Tengah, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi Minggu (25/10) sore. Sedikitnya 50 kepala keluarga (KK) terkena banjir.

"Yang terdampak banjir itu 50 KK di RT 04, dan 70 KK di RT 05 tapi paling parah di RT 04. Ketinggian air sampai 1,5 meter, dan ada beberapa rumah warga yang kerusakannya paling parah sampai jebol karena konstruksi tidak kuat menahan air," ungkap Kepala Pelaksana BPBD Kota Cimahi, Asep Bachtiar, Minggu (25/10/2020).

Akibat banjir tersebut tercatat, ada tiga rumah warga yang dindingnya jebol diterjang limpasan air banjir. Sementara puluhan rumah lainnya terendam banjir hingga ketinggian 1,5 meter. Namun hanya satu KK saja yang mengungsi ke rumah kerabatnya karena rumahnya tidak bisa ditinggali

Banjir yang menerjang permukiman warga tersebut merupakan limpahan dari aliran sungai yang ada di belakang perumahan Graha Indah, Kota Bandung. Air yang meluber dari aliran sungai lantas limpas ke jalan, hingga akhirnya menerjang permukiman warga RW 06 yang posisinya lebih rendah.

"Banjir ini limpasan dari Perumahan Graha Indah. Di sana ada sungai yang daya tampungnya sudah tidak cukup akhirnya limpas ke wilayah RT 04 dan RT 05 di RW 06. Ditambah di belakang permukiman warga ini juga ada aliran Sungai Cimahi yang menyempit, jadi warga diterjang banjir dari depan dan belakang," jelasnya.

Pihaknya dibantu Pemadam Kebakaran dan relawan langsung melakukan pembersihan material sisa banjir dan membantu warga memindahkan barang serta perabot ke luar rumah setelah direndam air.

"Damkar dan relawan langsung turun membantu menyerahkan bantuan kebutuhan dasar. Kita juga sudah koordinasi dengan dinas terkait untuk pengangkutan material dari rumah yang terdampak. Damkar juga menyemprot air untuk membersihkan lumpur," terangnya.

Enih (60), warga setempat mengatakan banjir terjadi saat hujan deras mengguyur. Air tiba-tiba menerjang pemukiman hingga setinggi dada orang dewasa, arus saat air limpas dari atas ke sungai di belakang rumah warga pun cukup deras.

"Air itu tiba-tiba datang dengan arus deras, tapi langsung masuk ke sungai di belakang. Cuma sungai di belakang rumah warga juga banjir, jadi agak lama merendam rumah warga. Rumah saya kerendam, barang-barang habis termasuk motor terendam. Saya tadi menyelamatkan diri ke lantai dua rumah" tuturnya.

Hingga malam hari, warga masih berjibaku mengeluarkan barang dari dalam rumah untuk dibersihkan. Mereka juga sibuk membersihkan bagian dalam rumah dari sisa lumpur dan air yang menggenang.

(dwia/dwia)