FSGI Beri Rapor Merah untuk 1 Tahun Mendikbud Nadiem, Nilainya 68

Sachril Agustin Berutu - detikNews
Minggu, 25 Okt 2020 17:00 WIB
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim (kiri) menerima laporan Panitia Kerja (Panja) Pembelajaran Jarak Jauh dari Wakil Ketua Komisi X DPR Agustina Wilujeng Pramestuti (kanan) saat rapat kerja di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (27/8/2020). Rapat kerja tersebut  membahas tentang laporan keuangan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Tahun Anggaran 2019, proses hibah hak paten merdeka belajar serta kebijakan sekolah yang berada dalam zona hijau COVID-19. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/nz
Nadiem Makarim (Puspa Perwitasari/Antara Foto)
Jakarta -

Nadiem Makarim sudah satu tahun menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud). Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) pun memberi nilai 68 pada 1 tahun Nadiem menjadi Mendikbud.

"Kami akan memaparkan 1 tahun pendidikan Indonesia di bawah kepemimpinan Mas Menteri Nadiem, yang kemudian kami wujudkan dalam bentuk rapor dengan kriteria minimum KKM 75," ujar Wasekjen FSGI Mansur saat konferensi pers virtual, Minggu (25/10/2020).

Mansur menjelaskan ada FSGI memberi penilaian ke 8 kebijakan Nadiem dalam 1 tahun menjadi Mendikbud. Penilaiannya, nilai 100 untuk penghapusan ujian nasional (UN), kurikulum darurat nilai 80, dan nilai 75 untuk asesmen nasional.

Lalu, lanjutnya, FSGI memberi nilai 65 untuk bantuan kuota internet. Mansur menambahkan FSGI memberi nilai 60 untuk hibah merek merdeka belajar dan relaksasi dana BOS.

FSGI beri rapor merah untuk Nadiem Makarim (Dok. FSGI)FSGI Beri Rapor Merah untuk 1 Tahun Mendikbud Nadiem, Nilanya 68. (Dok. FSGI)

Sedangkan untuk pembelajaran jarak jauh (PJJ), FSGI memberi nilai 55. Adapun untuk program organisasi pergerakan (POP), diberi nilai 50.

"Sehingga bila dirata-rata, nilai 68 ini kurang atau tidak tuntas. Nah di dalam kebiasaan pendidikan yang mungkin kita kenal pada zaman kita, kalau ini nilainya merah menurut kami," ungkapnya.

Meski begitu, Mansur mengatakan penghapusan UN yang dilakukan Nadiem adalah predikat baik sekali. "Itu artinya kalau kita bicarakan KKM, dia (Nadiem) tuntas melaksanakan penghapusan UN," ucap Mansur.

Biro Administrasi FSGI, Slamet Maryanto, menambahkan penghapusan UN sejalan dengan usulan FSGI. Maryanto menerangkan FSGI juga mendukung kebijakan asesmen nasional Nadiem.

"Yang jelas kami mendukung sekali kebijakan pemerintah dalam menghapus UN sesuai usulan kami FSGI. Dan kami juga mendukung sekali adanya asesmen nasional sesuai dengan apa yang diinginkan FSGI," tandas Maryanto.

Tonton juga 'Rapor Merah untuk Nadiem Makarim':

[Gambas:Video 20detik]

(imk/imk)