17 Tahun Penjara untuk Ayah Tiri Pemerkosa Anak dari Sulsel

Andi Saputra - detikNews
Minggu, 25 Okt 2020 10:58 WIB
Ilustrasi Pemerkosaan Anak
Foto Ilustrasi (Zaki Alfarabi/detikcom)
Jakarta -

Pengadilan Tinggi (PT) Makassar menguatkan vonis 17 tahun penjara kepada ayah tiri yang memperkosa anak tiri secara berulang. Pelaku menyangkal semua tuduhan atas dirinya.

Hal itu tertuang dalam putusan PT Makassar yang dilansir website Mahkamah Agung (MA), Minggu (25/10/2020). Kasus bermula saat pelaku menikahi seorang janda yang memiliki 2 anak di Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel), pada 2011.

Meski sudah menikahi si ibu, ternyata pelaku tidak bisa mengontrol nafsunya. Anak tirinya yang menginjak usia 12 tahun membuatnya kalap.

Pelaku memperkosa korban yang kala itu baru lulus SD dan berulang sejak 2018 hingga 2019. Tiap kali usai memperkosa, pelaku mengancam korban akan membunuh ibunya bila pemerkosaan itu diceritakan.

Namun kesabaran korban habis. Akhirnya ia menceritakan durjana yang dialaminya. Si ayah tiri yang sehari-hari buruh lepas itu ditangkap aparat kepolisian dan diproses secara hukum. Si ayah tiri mendekam sejak 15 April 2020 hingga hari ini.

Pada 13 Agustus 2020, PN Parepare menyatakan pelaku terbukti melakukan dengan kekerasan memaksa anak melakukan persetubuhan dengannya yang dilakukan oleh orang tua secara berlanjut. Majelis memutuskan menjatuhkan pidana kepada Terdakwa tersebut oleh karena itu dengan pidana penjara selama 17 tahun atau setahun di bawah tuntutan jaksa.

Atas hal itu, ayah tiri melakukan banding. Apa kata PT Makassar?

"Menguatkan Putusan Pengadilan Negeri Parepare," ujar majelis yang diketuai Sinjo Maramis dengan anggota I Gede Ngurah Arthanaya dan Pudji Tri Hadi.

Majelis menilai putusan PN Parepare sudah tepat dan benar sehingga diambil alih dan dijadikan pertimbangan oleh PT Makassar untuk menguatkan putusan itu. Pengadilan tingkat banding menyatakan tidak menemukan hal-hal yang dapat membatalkan putusan sehingga putusan PN Parepare haruslah dikuatkan.

"Menetapkan Terdakwa tetap ditahan," ucap majelis dalam sidang pada 15 Oktober 2020 itu.

Versi Kuasa Hukum

Dalam permohonan banding, pelaku mengajukan sejumlah argumen yang diwakili oleh pengacara pro bono. Salah satunya sejak penyidikan tidak didampingi pengacara sehingga bertentangan dengan Pasal 114 jo Pasal 56 ayat 1 KUHAP.

Selain itu, saksi-saksi yang dihadirkan di persidangan keterangan berubah-ubah. Terdakwa juga menyangkal semua dakwaan dan menyatakan tidak pernah mencabuli anak tirinya.

Tonton juga 'Bejat! Ayah Tiri Cabuli Anaknya Selama 10 Tahun':

[Gambas:Video 20detik]

(asp/imk)