Komnas Perempuan Dorong Polisi Usut Tuntas Kasus Mayat Wanita di Kandang Buaya

Matius Alfons - detikNews
Minggu, 25 Okt 2020 07:10 WIB
Wanita berinisial FS (25) ditemukan tewas di kandang buaya di Kabupaten Berau, Kaltim (dok Istimewa)
Foto: Wanita berinisial FS (25) ditemukan tewas di kandang buaya di Kabupaten Berau, Kaltim (dok Istimewa)
Jakarta -

Mayat wanita inisial FS ditemukan dengan tangan terikat dan mulut dilakban di kandang buaya, Berau, Kalimantan Timur. Komnas Perempuan menilai kasus tersebut sebagai gambaran tindakan femisida.

"Ini kalau dari kacamata HAM perempuan masuk dalam kategori femisida," kata komisioner Komnas Perempuan, Theresia Sri Endras Iswarini (Rini), saat dihubungi, Sabtu (24/10/2020).

Rini menjelaskan femisida merupakan kasus pembunuhan terhadap wanita yang didasari pada kebencian kepada perempuan. Dia pun menyebut femisida ini dianggap oleh pihak kepolisian sebagai pembunuhan biasa.

"Nah femisida ini tidak dikenal dalam hukum pidana kita. Jadi polisi selalu melihtnya sebagai pembunuhan biasa padahal sebenarnya harus selalu dilihat bagamaina dan mengapanya. Kesadisan itu selalu memiliki akar ya, mengapa membunuh sesadis itu," ucapnya.

Rini pun meminta agar pihak kepoisian mengusut tuntas kejadian di Kalimantan Timur tersebut. Selain itu, dia pun berharap polisi juga memperhitungkan analisa gender terkait kejadian pembunuhan kepada wanita.

"Pada dasarnya setiap kasus perlu diusut tuntas oleh polisi namun dalam proses analisa maka polisi penting memiliki perspektif gender dalam melihat kasus pembunuhan terhadap perempuan sehingga dapat melihat lebih jauh mengapa pembunuhan bisa sedemikian sadisnya," ujarnya.

Seperti diketahui, mayat FS ditemukan warga di dekat kolam yang jauh dari permukiman pada Rabu (21/10) sekitar pukul 16.00 Wita. Warga menyebut kolam tersebut merupakan kandang buaya.

Posisi mayat wanita itu saat ditemukan tertelungkup. Tubuhnya tampak terikat dengan mulut yang ditutup lakban.

Belakangan wanita malang itu ternyata bekerja freelance di salah satu kafe di Berau. Sebelum ditemukan tewas, korban sempat izin kepada suami untuk berangkat kerja.
Kapolres Berau

(maa/man)