Gus Nur Jadi Tersangka Diduga karena Hina NU, Ini Kata Pengacara

Yogi Ernes - detikNews
Sabtu, 24 Okt 2020 20:09 WIB
Pengacara Gus Nur, Chandra Purna Irawan di Bareskrim Polri. (Yogi Ernes/detikcom)
Pengacara Gus Nur, Chandra Purna Irawan, di Bareskrim Polri. (Yogi Ernes/detikcom)
Jakarta -

Bareskrim Polri menangkap Sugi Nur Rahardja alias Gus Nur di Malang terkait dugaan menyebarkan ujaran kebencian kepada Nahdlatul Ulama (NU). Tim kuasa hukum Gus Nur angkat bicara terkait tudingan tersebut.

Chandra Purna Irawan, pengacara Gus Nur, mengatakan hingga kini belum mengetahui konten video yang mana yang membuat Gus Nur ditetapkan sebagai tersangka dan ditangkap.

"Kita belum dapat video yang mana, tapi kalau berdasar LP (laporan polisi) kan LP tipe B, berarti ada pihak ketiga di luar internal kepolisian. Kami belum tahu apakah yang dilaporkan itu terkait video yang lagi viral kemarin yang bersama Pak Refly Harun atau ada video yang lain," kata Chandra kepada wartawan di Bareskrim Polri, Jakarta, Sabtu (24/10/2020).

Chandra pun membeberkan pasal-pasal yang dipersangkakan kepada kliennya tersebut. Menurutnya, Gus Nur dijerat di Pasal 28 ayat 2 juncto Pasal 45 UU ITE. Selain itu, kliennya dijerat dengan Pasal 310 dan 311 KUHP serta 207 KUHP.

"Pasal 207 KUHP ini pencemaran terhadap penguasa. Ini pasal-pasal yang dituduhkan," imbuhnya.

Chandra kemudian menduga penetapan tersangka kliennya tersebut diakibatkan seringnya Gus Nur melontarkan kritik kepada rezim pemerintahan saat ini.

"Dugaan kami bukan hanya terkait video itu, tapi terkait Ustaz Gus Nur itu sering mengkritik, menyampaikan kritik konstruktif kepada rezim, kepada pemerintah. Video-video dia itu video-video kritik konstruktif sebetulnya. Nah, dugaan saya adalah ada video yang lain di luar yang dipermasalahkan yang lagi viral," terang Chandra.

Selanjutnya
Halaman
1 2