Contoh Pidato tentang Sumpah Pemuda, Buat Kamu yang Butuh Inspirasi

Rosmha Widiyani - detikNews
Sabtu, 24 Okt 2020 09:00 WIB
Momen Prosesi Pengibaran Bendera Merah Putih di Istana
Foto: Momen Prosesi Pengibaran Bendera Merah Putih di Istana/Contoh Pidato Tentang Sumpah Pemuda, Buat Kamu yang Butuh Inspirasi
Jakarta -

Sumpah Pemuda diperingati seluruh bangsa Indonesia tiap tanggal 28 Oktober sebagai bagian dari sejarah. Pada hari inilah para pemuda menyatakan diri sebagai bangsa Indonesia.

Beragam budaya, bahasa, dan ciri khas lain tidak menghalangi persatuan dan kesatuan di antara pemuda Indonesia. Hari Sumpah Pemuda menjadi pengingat kembali semangat persatuan para pemuda.

Hari Sumpah Pemuda biasanya dirayakan dengan pelaksanaan upacara dan pembacaan pidato. Bagi yang sedang mencari inspirasi, pidato Sumpah Pemuda beberapa tahun lalu bisa menjadi inspirasi.

Berikut potongan contoh pidato tentang Sumpah Pemuda yang dapat menjadi inspirasi:

1. "Tema peringatan Sumpah Pemuda yang ke 91 tahun 2019 ini adalah 'Bersatu Kita Maju' sesungguhnya diperuntukkan bagi seluruh elemen bangsa, tetapi bagi pemuda menjadi keharusan karena di tangan pemudalah Indonesia bisa lebih maju. Pemuda untuk Indonesia maju adalah pemuda yang memiliki karakter, kapasitas, kemampuan inovasi, kreativitas yang tinggi, mandiri, inspiratif serta mampu bertahan dan unggul dalam menghadapi persaingan dunia, demikian sekelumit isi pidato Menpora."

Pidato ini dibacakan Wali Kota Cirebon Nashrudin Azis pada peringatan Sumpah Pemuda 2019, dikutip dari situs Badan Kepegawaian Pendidikan Pelatihan Kota Cirebon.

2."Dalam sebuah kesempatan, Presiden Republik Indonesia yang pertama, Bung Karno pernah menyampaikan: Jangan mewarisi abu sumpah pemuda, tapi warisilah api sumpah pemuda. Kalau sekadar mewarisi abu, Saudara-saudara akan puas dengan Indonesia yang sekarang sudah satu bahasa, satu bangsa, dan satu tanah air. Tapi ini bukan tujuan akhir.

Pesan yang disampaikan oleh Bung Karno ini sangat mendalam khususnya bagi generasi muda Indonesia. Api sumpah pemuda harus kita ambil dan terus kita nyalakan. Kita harus berani melawan segala bentuk upaya yang ingin memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa. Kita juga harus berani melawan ego kesukuan, keagamaan dan kedaerahan kita. Ego ini yang kadangkala mengemuka dan menggerus persaudaraan kita sesama anak bangsa. Kita harus berani mengatakan bahwa persatuan Indonesia adalah segala-galanya, jauh di atas persatuan keagamaan, kesukuan, kedaerahan, apalagi golongan.

Mari kita cukupkan persatuan dan kesatuan Indonesia. Stop segala bentuk perdebatan yang mengarah pada perpecahan bangsa. Kita seharusnya malu dengan para pemuda 1928 dan juga kepada Bung Karno, karena masih harus berkutat di soal-soal ini. Sudah saatnya kita melangkah ke tujuan lain yang lebih besar, yaitu mewujudkan kesejahteraan dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Kita patut bersyukur dan berterima kasih kepada Bapak Presiden Republik Indonesia, Bpk Ir Joko Widodo, yang selama ini memberikan perhatian yang sangat besar terhadap pembangunan kepemudaan Indonesia. Bulan Juli 2017, Bapak Presiden telah menandatangani Peraturan Presiden Nomor 66 Tahun 2017 tentang koordinasi strategis lintas sektor penyelenggaraan pelayanan kepemudaan. Melalui perpres ini, peta jalan kebangkitan pemuda Indonesia terus kita gelorakan. Bersama pemerintah daerah, organisasi kepemudaan dan sektor swasta, kita bergandengan tangan, bergotong royong melanjutkan api semangat sumpah pemuda 1928. Saatnya kita berani bersatu untuk kemajuan dan kejayaan Indonesia."

Pidato ini dibacakan Mantan Menpora Imam Nahrawi pada peringatan Sumpah Pemuda 2017 dikutip dari situs Kemendikbud.

3. "Kemajuan tidak akan pernah tercapai dalam arti yang sesungguhnya kalau masa depan itu hanya dipandang sekadar sebagai proses lanjut dari masa kini yang akan tiba dengan sendirinya. Tapi bagaimana generasi muda merespon kemajuan itu dengan kearifan menghargai keluhuran perjuangan dari generasi sebelumnya tanpa terjebak dalam kejayaan dan romantisme masa lalu, serta kenyataan-kenyataan masa kini sehingga membuat mereka tidak lagi sanggup keluar untuk menatap masa depan.

Kalau pemuda generasi terdahulu mampu keluar dari jebakan sikap-sikap primordial suku, agama, ras dan kultur, menuju persatuan dan kesatuan bangsa maka tugas pemuda saat ini adalah harus sanggup membuka pandangan ke luar batas-batas tembok kekinian dunia, demi menyongsong masa depan dunia yang lebih baik.

'Wahai pemuda Indonesia, dunia menunggumu, berjuanglah, lahirkanlah ide-ide, tekad, dan cita-cita, pengorbanan dan perjuanganmu tidak akan pernah sia-sia dalam mengubah dunia.'

Semangat para pemuda dalam menatap dan ikut membangun dunia harus terus menjadi obor penyemangat bagi pengabdian pemuda Indonesia dalam ikut serta berpartisipasi mengangkat bangsa dan tanah air tercinta di kancah dunia.

Akhirnya, saya ucapkan selamat Hari Sumpah Pemuda ke-91. Semoga melalui peringatan ini kita selalu menghormati jasa para pemuda, jasa para pendiri bangsa dan jasa para pahlawan kita. Semoga Allah SWT - Tuhan Yang Maha Kuasa, senantiasa melimpahkan rahmat dan ridho-Nya kepada kita semua."

Pidato Mantan Menpora Imam Nahrawi ini dibacakan rektor Universitas Negeri Semarang (UNNES) Prof Dr Fathur Rokhman MHum, pada peringatan Sumpah Pemuda 2019 dikutip dari situs UNNES.

(row/erd)