Round-Up

Parpol Koalisi Vs Relawan Jokowi soal Isu Reshuffle Menteri

Tim Detikcom - detikNews
Sabtu, 24 Okt 2020 06:48 WIB
Presiden Joko Widodo (kiri) didampingi Wapres Maruf Amin memperkenalkan jajaran menteri Kabinet Indonesia Maju di tangga beranda Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (23/10/2019). ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/foc.
Foto: Jokowi bersama Kabinet Indonesia Maju. (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A).
Jakarta -

Sejumlah relawan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyorot kinerja para menteri Jokowi-Ma'ruf Amin, bahkan ada yang meminta reshuffle kabinet. Parpol koalisi Jokowi-Ma'ruf punya berbagai pandangan terkait pemintaan relawan-relawan Jokowi itu.

Kelompok relawan Jokowi yang pertama menyoroti kinerja Kabinet Indonesia Maju adalah Projo. Sekjen Projo, Handoko menyebut para menteri Joowi tidak maksimal menangani dampak pandemi virus Corona (COVID-19).

"Projo melihat kinerja Kabinet tidak maksimal, kurang greget," ujar Handoko dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom, Kamis (22/10/2020).

Handoko juga kembali membicarakan soal kekecewaan Jokowi kepada jajaran menterinya beberapa waktu lalu karena dianggap kurang maksimal bekerja menangani pandemi COVID. Ia menyebut, belum ada menteri yang melakukan kerja extraordinary seperti yang diharapkan Jokowi.

"Presiden belum merevisi penilaiannya bahwa kinerja sejumlah menteri pada masa pandemi ini tidak extraordinary," kata Handoko.

Projo juga kembali menyinggung pernyataan Jokowi mengenai perlunya komunikasi publik yang baik dari Kabinet Indonesia Maju. Handoko meminta para menteri fokus bekerja untuk kepentingan masyarakat agar segera bebas dari pandemi Corona dan bangkit dari resesi.

"Projo sebagai ormas pendukung pemerintahan Presiden Joko Widodo mengharapkan ketegasan, kecepatan kerja, serta ketepatan komunikasi publik dari para anggota Kabinet Indonesia Maju," tuturnya.

"Jangan ada kepentingan selain kepentingan seluruh bangsa dan rakyat. Jangan khianati kepercayaan Rakyat kepada Jokowi " lanjut Handoko.

Kemudian kelompok relawan Jokowi Mania (JoMan) memberikan catatan kepada sejumlah menteri yang tidak layak dipertahankan. JoMan berharap agar ada reshuffle agar pemerintahan Jokowi-Ma'ruf bisa bekerja lebih baik lagi.

"Ada sejumlah menteri yang kudu dicopot pasca-omnibus law. Mempertahankan sejumlah menteri itu akan membuat citra Jokowi terpuruk. Harus ada penyegaran agar pemerintahan ini berjalan sebagaimana mestinya. Menteri-menteri itu gagal mengeksekusi kebijakan prorakyat dan Nawacita Jokowi," ungkap Ketua Umum JoMan, Immanuel Ebenezer, dalam keterangan tertulis terpisah.

Hanya, JoMan belum mau mengungkap siapa menteri-menteri yang dimaksudnya. Namun Noel menyatakan JoMan akan menyebut sejumlah nama itu dalam waktu dekat.

"Tunggu tanggal mainnya. Kita akan merilis nama-nama menteri itu secepatnya," ungkap pria yang akrab disapa Noel itu.

Noel menilai reshuffle kabinet perlu dilakukan karena dapat mengembalikan kepercayaan publik kepada Jokowi. Ia menyebut Jokowi memerlukan menteri-menteri yang mau bekerja keras.

"Jokowi memerlukan menteri menteri pekerja keras yang siap berkurang tidurnya. Sekarang ini ada menteri yang sudah tak bersemangat kerja, kebingungan mau melakukan apa atau bahkan ketakutan kena COVID. Jadi harus diganti segera," beber Noel.

"Presiden Jokowi membutuhkan menteri yang President man bukan business man. Pak menteri lebih baik anda mundur atau anda dicopot," tambahnya.

Kemudian Relawan Jokowi Centre mewanti-wanti menteri untuk fokus membantu Presiden Jokowi mengatasi pandemi COVID-19 dan bukan mengurusi kepentingan pribadi. Relawan Jokowi Centre pun curiga menteri-menteri Jokowi sibuk mengurus persiapan Pilpres 2024.

"Kami berharap agar menteri dan jajaran kabinet jangan sesekali sibuk melakukan pencitraan diri untuk mengelabui rakyat menuju kontestasi pada tahun 2024 yang masih jauh. Rakyat butuh dukungan nyata saat pandemi seperti sekarang ini. Jangan manfaatkan kesusahan rakyat untuk menaikkan citra diri," ujar Sekretaris Jenderal Relawan Jokowi Centre Imanta Ginting.

Imanta Ginting mengkhawatirkan fokus menteri yang bergeser ke kepentingan 2024 di tengah pendemi COVID-19 akan membuat rakyat semakin lama berkubang dalam penderitaan. Hal ini, kata dia, bertentangan dengan arahan Presiden Jokowi yang mengharapkan semua menteri bekerja keras untuk membantu rakyat keluar dari masalah yang disebabkan oleh pandemi COVID-19.

"Kami khawatir alokasi anggaran yang dikelola kementerian akan bergeser ke arah pencitraan diri dan konsolidasi tim sukses. Apa pantas pakai anggaran negara untuk naikkan popularitas, di tengah situasi rakyat yang sedang kesusahan?" lanjutnya.

Simak juga video 'Survei Indikator: 64,8% Setuju Jokowi Reshuffle Kabinet':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2 3 4