Round-Up

Berbulan-bulan Satpol PP Tanpa Hati Peras Pengemis Disabilitas

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 23 Okt 2020 22:43 WIB
ilustrasi pria diborgol
Ilustrasi (Thinkstock)
Batam -

Tiga anggota Satpol PP Pemkot Batam diduga melakukan pemerasan terhadap pengemis disabilitas. Akibat perbuatan tanpa hati yang dilakukan sejak bulan Juli itu, ketiga aparat itu ditetapkan sebagai tersangka.

"Dari hasil pemeriksaan tim telah menetapkan tiga orang Satpol PP Pemkot Batam sebagai tersangka. Mereka memiliki tugas dan peran yang berbeda melakukan tindak pidana pemerasan terhadap seorang pengemis penyandang disabilitas," kata Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Harry Goldenhardt dalam siaran persnya, Jumat (23/10/2020).

Kasus pemerasan ini terungkap dari sebuah video yang viral di media sosial. Dalam video itu, seorang pengemis bernama Slamet memberikan pengakuan.

Slamet, yang duduk di atas kursi roda, mengaku ditangkap oknum Dinas Sosial Pemkot Batam. Setelah ditangkap, dia diperas dengan seluruh penghasilannya diminta. Polisi pun turun tangan.

Polisi kemudian mengamankan 7 anggota Satpol PP Batam yang diduga terlibat dalam pemerasan itu. Setelah dilakukan penyelidikan, 4 orang dilepaskan karena tidak terlibat. Sementara 3 orang lainnya ditetapkan sebagai tersangka.

Ketiga tersangka itu berinisial SU, PNS di Satpol PP Kota Batam; AA, pekerja kontrak di Dinas Sosial Pemkot Batam; dan RM, pegawai honorer di Satpol PP Batam.

Polisi mengatakan pemerasan ini telah dilakukan selama tiga bulan. Para tersangka memeras uang korban dari Juli hingga Oktober 2020.

"Tindak pidana pemerasan ini dilakukan sejak Juli 2020 sampai dengan Oktober. Uang yang diambil dari para pengemis ini bervariasi, antara Rp 50 ribu hingga Rp 400 ribu," kata Harry.

Selanjutnya
Halaman
1 2