Sepakat dengan Relawan Jokowi, PAN Dorong Evaluasi Kabinet Lebih Cepat

Rahel Narda Chaterine - detikNews
Jumat, 23 Okt 2020 13:21 WIB
Wasekjen PAN Saleh Partaonan Daulay
Saleh Daulay (Foto; dok. pribadi)
Jakarta -

Jokowi Mania (JoMan) meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan reshuffle kabinet. Ketua DPP PAN Saleh Daulay menilai Jokowi perlu mendengar dan memperhatikan usul tersebut.

"Saya menyerahkan sepenuhnya kepada Presiden Jokowi. Namun usulan dan saran masyarakat perlu didengar dan diperhatikan," kata Saleh kepada wartawan, Jumat (23/10/2020).

Saleh mengatakan Jokowi memiliki hak prerogatif untuk merotasi atau reshuffle para menteri. Ia yakin Jokowi saat ini sedang melakukan penilaian dan evaluasi terhadap jajaran Kabinet Indonesia Maju.

"Kita harus memberi kesempatan kepada Presiden untuk melakukan evaluasi. Saya yakin Presiden saat ini juga sedang melakukan penilaian. Kita tunggu saja," ujar Saleh.

Lebih lanjut Saleh mendorong agar Jokowi dapat mempercepat proses evaluasi terhadap jajaran kabinet. Menurutnya, dalam situasi pandemi COVID-19, dibutuhkan menteri yang berkinerja baik.

"Walau begitu, saya menyarankan agar Presiden bisa melakukan evaluasi lebih cepat. Sebab, di masa COVID seperti ini, banyak tantangan yang harus dituntaskan. Dibutuhkan menteri-menteri yang berkinerja baik," katanya.

Saleh menilai para menteri Jokowi sudah mendapat waktu untuk menunjukkan performa terbaik. Menurutnya, jika selama 1 tahun ini para menteri tidak berhasil, memang tidak perlu dipertahankan lagi.

"Lagi pula menteri-menteri ini kan sudah diberi waktu setahun untuk memberikan yang terbaik. Jika ternyata tidak berhasil, itu artinya memang sudah tidak bisa dipertahankan lagi. Tetapi, sekali lagi, kita kembalikan kepada Presiden," tutur Saleh.

Kendati demikian, Saleh menyarankan relawan Jokowi Mania untuk memberikan usulan dengan menyertakan data valid. Hal ini dimaksudkan agar usulan tidak hanya didasarkan subjektivitas semata.

"Sebaiknya usulan dan saran itu disampaikan dengan dukungan data yang valid. Dengan begitu, apa yang disampaikan bukan berdasarkan ketidaksukaan, tetapi atas dasar fakta yang valid," ucapnya.

Untuk diketahui, relawan-relawan Presiden Joko Widodo memberikan sorotan pada satu tahun pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin. Bila Projo menilai Kabinet Indonesia Maju kurang maksimal menangani dampak pandemi virus Corona (COVID-19), kelompok Jokowi Mania (JoMan) ikut bermanuver mendorong agar Jokowi melakukan reshuffle kabinet.

JoMan memberikan catatan kepada sejumlah menteri yang tidak layak dipertahankan. JoMan menyebut catatan itu datang dari kalangan aktivis 1998.

"Mereka menilai Presiden Jokowi harus mencopot atau merotasi menteri-menteri yang dinilai hanya menjadi beban negatif bagi pemerintahannya," ujar Ketua Umum JoMan, Immanuel Ebenezer, dalam keterangannya kepada wartawan dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom, Kamis (22/10).

Immanuel mengatakan perlunya sejumlah menteri yang dicopot buntut kontroversi omnibus law UU Cipta Kerja. Ia menilai para menteri itu gagal mengeksekusi program-program Jokowi.

Hanya, JoMan belum mau mengungkap siapa menteri-menteri yang dimaksudnya. Namun Immanuel menyatakan JoMan akan menyebut sejumlah nama itu dalam waktu dekat.

"Tunggu tanggal mainnya. Kita akan merilis nama-nama menteri itu secepatnya," ungkapnya.

(hel/gbr)