3 Pembacok Mahasiswa di Palembang Ditangkap, Katana-Airsoft Gun Disita

Raja Adil Siregar - detikNews
Jumat, 23 Okt 2020 10:45 WIB
Tiga pelaku pembacokan 2 mahasiswa di Palembang ditangkap Polda Sumsel. Ketiga pelaku yang juga berstatus mahasiswa ditangkap saat akan kabur ke Bangka (dok Istimewa)
Tiga pelaku pembacokan dua mahasiswa di Palembang ditangkap Polda Sumsel. Ketiga pelaku yang juga berstatus mahasiswa ditangkap saat akan kabur ke Bangka. (Foto: dok. Istimewa)
Palembang -

Polisi menangkap tiga pria yang membacok dua mahasiswa asal Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel). Mereka ditangkap saat akan kabur ke Pulau Bangka, Bangka Belitung.

"Tiga pelaku pengeroyokan mahasiswa di Palembang kemarin sudah kami tangkap. Mereka ditangkap saat mau menyeberang ke Bangka," ucap Kasubdit Jatanras Polda Sumsel Kompol Suryadi kepada detikcom, Jumat (23/10/2020).

Adapun ketiga pelaku adalah Andreas (20), Syahjohan (20), dan Rio Rivaldi (19). Ketiga pelaku juga merupakan mahasiswa aktif di salah satu kampus di Palembang.

Polisi menyebut pengeroyokan bermula dari keributan di tempat hiburan malam hingga berlanjut ke lokasi Kambang Iwak, Ilir Barat, Palembang.

"Pelaku dan teman korban ini awalnya ada terlibat keributan di tempat hiburan malam. Berlanjut ke TKP di Kambang Iwak sampai terjadi pembacokan," katanya.

Akibat kejadian itu, korban Atrian (24) dan Danu Putu Ronaldi (23) mengalami luka bacok di kepala dan tangan. Bahkan salah satu korban sempat kritis akibat luka bacok di kepala.

Dari ketiga pelaku, polisi menyita barang bukti berupa pedang katana, celurit, dan parang. Ada pula sepucuk airsoft gun diamankan dari pelaku yang dipakai saat kejadian.

"Pelaku kami jerat Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan. Ancaman pidana di atas 5 tahun penjara," tutup Suryadi.

Seorang pelaku, Rio, mengaku peristiwa pengeroyokan terjadi sebagai buntut keributan di tempat hiburan malam. Rio bersama rekannya bersenggolan dan terlibat cekcok hingga sepakat bertemu di Kambang Iwak, Ilir Barat I, Palembang.

"Awalnya memang ribut, mau damai itu ke Kambang Iwak. Nggak tahu akhirnya terjadi seperti ini," kata Rio menyesal.

(ras/jbr)