Round-Up

Provokasi Aliansi Makar di Balik Demo Ricuh Omnibus Law di Makassar

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 23 Okt 2020 08:43 WIB
Aksi massa tolak Omnibus Law di Makassar berakhir ricuh
Foto: Demo tolak Omnibus Law di Makassar ricuh (dok. Istimewa).
Makassar -

Unjuk rasa penolakan Omniobus Law Undang-undang Cipta Kerja (Ciptaker) oleh massa mahasiswa di Jalan AP Pettarani, Makassar ricuh akibat disusupi Aliansi Makar. Aksi yang berujung bentrok pada malam tadi mengakibatkan Kantor DPD NasDem Makassar dirusak massa dan Universitas Negeri Makassar (UNM) diserang sekelompok orang.

Belum jelas siapa pihak di balik Aliansi Makar ini. Kapolda Sulawesi Selatan (Sulsel) Irjen Merdysyam baru mengungkapkan jika Aliansi Makar berada dibalik kerusuhan di Jalan AP Pettarani pada Kamis (23/10/2020) malam tadi.

"Masalah ini terjadi karena memang sudah jelas ada penyusupan yang berupaya untuk melakukan aksi-aksi provokasi," ujar Irjen Merdy saat meninjau lokasi kericuhan di Jalan AP Pettarani Kamis (23/10) malam tadi.

Kericuhan bermula saat massa mahasiswa yang berunjuk rasa di Jalan AP Pettarani bertahan hingga malam hari dengan menutup jalan tersebut. Kericuhan pecah pada sekitar pukul 21.00 Wita saat ada sekelompok massa yang melakukan aksi provokasi.

Aksi massa tolak Omnibus Law di Makassar berakhir ricuhAksi massa tolak Omnibus Law di Makassar berakhir ricuh Foto: dok. Istimewa

Massa tersebut menyerang Kantor DPD NasDem Kota Makassar yang berada di Jalan AP Pettarani dengan lemparan batu hingga kaca kantor pecah. Ambulans milik NasDem yang ada di parkiran kantor juga didorong massa ke badan Jalan AP Pettarani dan selanjutnya dirusak dengan cara diinjak-injak, dipecahkan kacanya hingga dibakar.

Di tengah serangan ke Kantor NasDem, seketika muncul sekelompok warga yang menyerang mahasiswa hingga terpukul mundur ke area kampus UNM yang posisinya berseberangan dengan Kantor NasDem. Tampak massa menyerang kampus UNM dengan lemparan batu.

"Ini disusupi juga dengan Aliansi Makar, mereka sebut makar. Ini sudah melakukan perusakan, tindakan pelemparan, bahkan pembakaran," ungkap Merdy.

Aliansi Makar ini diduga kuat menjadi aktor dibalik penyerangan Kantor DPD NasDem Makassar dan pembakaran ambulans.

"Kebetulan di depan ini ada kantor sekretariat salah satu partai politik (NasDem), jadi di sana ada mobil ambulans yang sedang diparkir itu juga menjadi sasaran aksi mereka," ungkapnya.

Dari kericuhan di lokasi kejadian polisi hingga malam tadi telah mengamankan 13 orang. Mereka hingga kini masih diperiksa.

"Data awal sementara ada 13 orang yang kita amankan. Sedang kita dalami (apakah mahasiswa atau bukan). Itu yang tadi kita amankan sewaktu kita melakukan pendorongan," ucapnya.

"Kita akan kumpulkan bukti-bukti nanti, makanya kita bekerja keras. Tadi kita melakukan penegakan upaya hukum kita mendorong memisahkan masyarakat dengan mahasiswa yang aksi dan juga dengan kelompok-kelompok yang melakukan provokasi," pungkasnya.

(nvl/idn)