Round Up

Jeritan Pekerja Ambulans Ibu Kota ke Anies saat Geruduk Balai Kota

Hestiana Dharmastuti - detikNews
Jumat, 23 Okt 2020 06:14 WIB
Pekerja Ambulans Dinkes DKI demo tuntut tak ada PHK saat pandemi
Foto: Pekerja Ambulans Dinkes DKI demo tuntut tak ada PHK saat pandemi. (Ilman/detikcom).
Jakarta -

Massa pegawai non-PNS dari Perkumpulan Pekerja Ambulans Gawat Darurat (AGD) Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta berunjuk rasa di depan Gedung Balaikota DKI Jakarta. Mereka ingin menyampaikan tuntutan kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan agar tidak ada PHK di masa pandemi virus Corona (COVID-19).

Aksi unjuk rasa ini digelar di depan Balai Kota DKI, Jl Medan Merdeka Selatan, sekitar pukul 10.30 WIB, pada Kamis (22/10/2020). Peserta aksi menggunakan pakaian dinas berwarna biru, khas AGD DKI. Selain itu, ada 10 pendemo yang menggunakan hazmat.

Massa berkerumun menutup sebagian Jalan Medan Merdeka Selatan. Kendaraan hanya bisa melintas di satu jalur paling kanan. Akibatnya, lalu lintas di sekitar Balai Kota tersendat.

Sejumlah spanduk juga dibentangkan oleh massa. Mereka juga menuntut hak sebagai tenaga kesehatan. Massa melakukan orasi dengan membawa atribut demo, seperti spanduk hingga miniatur ambulans Pemprov DKI.

"Tolak PHK tenaga kesehatan di masa pandemi COVID-19," demikian salah satu bunyi spanduk tuntutan pendemo.

Pengurus PP AGD Dinkes DKI Jakarta Abdul Adjis menjelaskan awal mula terjadi masalah di kalangan internalnya itu ketika pimpinan mereka membubarkan perkumpulan serikat pekerja mereka. Hal itu disebutkannya terjadi pada akhir 2019.

"Kami tenaga kesehatan di bawah Pemprov DKI Jakarta unit Ambulans Gawat Darurat Dinas Kesehatan DKI Jakarta, kami tenaga kesehatan yang sedang kisruh, sedang berselisih dengan pimpinan kami. Kisruhnya dimulai tahun lalu, di akhir tahun lalu, yang dimulai oleh pimpinan kami yang membubarkan perkumpulan kami," ungkap Adjis.

Dalam aksinya, massa meminta agar Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk menemui mereka. Massa kemudian membandingkan dengan tindakan Anies yang sempat menemui massa demo tolak omnibus law UU Cipta Kerja dua pekan lalu.

"Pak Anies, Kenapa Massa Demo Omnibus Law ditemui, kami tidak?" ujar salah satu orator di atas mobil komando.

Dia pun mempertanyakan alasan Anies menemui para pendemo tolak omnibus law. Sementara, karyawan AGD DKI yang notabenenya merupakan karyawan Pemprov DKI tak ditemui Anies.

"Apa karena mereka merusak halte? Kami pegawai AGD DKI, Pak. Dari tadi pagi tidak ada tanda-tanda ditemui," katanya.

Selanjutnya
Halaman
1 2