Round-Up

Heboh Pria Berbadik Kejar Pendemo Gegara APK Danny Dibongkar

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 22 Okt 2020 23:08 WIB
Wali KOta Makassar, Sulawesi Selatan, Ramdhan Pomanto
Danny Pomanto (Ari Saputra/detikcom)
Makassar -

Aksi pria berbadik mengejar mahasiswa yang sedang berunjuk rasa di Makassar, Sulawesi Selatan, viral di media sosial. Disebut-sebut, sekelompok pria itu emosional lantaran pendemo merusak alat peraga kampanye (APK) milik pasangan calon Wali Kota Makassar Ramdhan (Danny) Pomanto-Fatmawati Rusdi atau disingkat ADAMA.

Diketahui, massa sedang melakukan demonstrasi penolakan omnibus law Ciptaker di flyover Urip Sumoharjo, Makassar, pada Selasa (20/10) lalu. Massa mengambil baliho ADAMA yang terpasang di sekitar flyover.

Baliho tersebut dibentangkan di jalur di bawah flyover. Baliho dibentangkan untuk memblokade jalan agar pengendara tak bisa melintas.

Dalam video viral tampak salah seorang pria bertanya siapa yang merusak baliho tersebut. "Siapa yang merusak ini hah! Hah!," kata salah seorang pria sembari mengeluarkan badik dari badik bajunya.

Seorang pria lain kemudian ikut berteriak mencari tahu sosok yang membongkar baliho tersebut. "Siapa yang bongkar, siapa?" teriak pria lainnya.

Kemudian, pria tersebut menghunuskan badik ke massa. Ia tampak mengejar massa yang mulai berhamburan. Tak hanya itu, pria lainnya tampak melemparkan batu ke arah massa.

Dikonfirmasi terkait video viral tersebut, Juru Bicara Tim Danny-Fatma, Aloq Natsar Desi, mengatakan setiap pendukung pasti akan tersinggung jika ada baliho yang dirusak.

"Tentunya dengan baliho yang dirusak, pasti tersinggung merasa dirusak baliho. Mulai dari komunitas, relawan, pendukung tersinggung. Saya kira dengan situasi itu, maka wajar-wajar saja baliho yang paslon dirusak pendukungnya marah," kata Aloq saat dikonfirmasi detikcom, Kamis (22/10/2020).

Aloq lantas membantah sekelompok orang yang mengacungkan badik dan parang ke arah demonstran adalah pendukung Danny-Fatma. Tapi dia juga menyebut ada sejumlah pendukung Danny Pomanto yang memang tidak terdata.

Selanjutnya
Halaman
1 2