Pemerintah Diminta Komunikasi yang Baik soal Vaksinasi COVID-19

Nurcholis Ma'arif - detikNews
Kamis, 22 Okt 2020 21:46 WIB
Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat
Foto: Istimewa
Jakarta -

Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat meminta pemerintah perlu mendengarkan masukan berbagai pihak dan menjelaskan dengan transparan proses pelaksanaan vaksinasi COVID-19. Ini untuk menghindari keraguan di tengah masyarakat.

"Pemerintah harus mampu mengomunikasikan teknis pengaplikasian vaksinasi COVID-19 dengan benar dan tepat kepada masyarakat," kata Rerie, sapaan akrabnya, dalam keterangannya, Kamis (22/10/2020).

Diakui Rerie, menjelang pelaksanaan vaksinasi COVID-19 yang direncanakan dimulai pada November 2020, memang banyak masukan dan informasi yang berkembang. Salah satunya dari Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) yang meminta agar pemerintah tidak tergesa-gesa dalam melakukan vaksinasi COVID-19.

Melalui Twitter resmi Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), PAPDI meminta vaksin COVID-19 yang akan digunakan harus sudah terbukti efektivitas, keamanan, dan imunogenisitasnya melalui uji klinik sesuai tahapan pengembangan vaksin baru.

Menurut Rerie, pemerintah harus segera merespons masukan PAPDI itu agar masyarakat memahami apa yang akan dilakukan pemerintah terkait tahapan dan kelayakan vaksin COVID-19 yang digunakan. Apalagi Rerie mengutip Ketua Komite KPCPEN yang menyebut nantinya akan ada vaksin untuk kelompok prioritas yang diberikan secara gratis dan ada pula vaksin yang bisa diakses masyarakat secara mandiri.

Menurut Legislator Partai NasDem itu, menjelang tahapan vaksinasi COVID-19, komunikasi kebijakan yang dilakukan pemerintah harus benar dan tepat sasaran, agar tidak terjadi pemahaman yang salah dan berakibat penolakan di tengah masyarakat. Pelaksanaan vaksinasi COVID-19 merupakan tahapan yang penting dalam upaya penanggulangan penyebaran virus Corona di Tanah Air.

"Jangan sampai karena kesalahan dalam mengomunikasikan proses vaksinasi COVID-19, menggagalkan upaya pengendalian penyebaran virus Corona secara keseluruhan," pungkas Rerie.

(mul/mpr)