3 Tersangka Kasus Kredit Fiktif Bank BUMN Ditahan Jaksa

Yulida Medistiara - detikNews
Kamis, 22 Okt 2020 19:45 WIB
Kajari Jaksel Anang Supriatna
Kajari Jaksel Anang Supriatna (Foto: Istimewa)
Jakarta -

Kejari Jakarta Selatan (Kejari Jaksel) menahan tiga tersangka kasus korupsi kredit fiktif pada salah satu bank BUMN. Para tersangka memalsukan data pegawainya sehingga seolah-olah melakukan peminjaman ke bank.

"Penyidik tindak pidana khusus melakukan penahanan terhadap tiga tersangka kasus korupsi penyalahgunaan kredit karyawan di salah bank cabang pembantu di BUMN. Dengan modus operandinya mengajukan dari periode Juni 2017 sampai Mei 2018," kata Kajari Jaksel Anang Supriatna dalam keterangan yang disampaikan Kasi Intel Kejari Jaksel Sri Odit Megonondo, Kamis (22/10/2020).

"Mengajukan kredit untuk pegawai seolah-olah, tapi dengan memasukkan dokumentasi bekerja sama dengan salah satu pegawai bank bagian alurnya," sambungnya.

Adapun para tersangka adalah dua orang dari pihak swasta berinisial Idr, Dr, dan inisial Pj selaku account officer dari salah satu bank BUMN. Para tersangka ditahan di Rutan Salemba cabang Kejari Jaksel.

Anang mengatakan para tersangka mengajukan kredit pinjaman pegawai dengan meminjam data 28 pegawai sehingga total Rp 9,5 miliar yang diajukan ke bank. Akan tetapi pegawai tersebut hanya dipinjam identitasnya, sementara uang pinjamannya hanya digunakan untuk kepentingan perusahaan tersebut.

"Pegawainya sendiri hanya dipinjam identitasnya, dan ternyata fiktif. Dan terjadi kemacetan. Dari hasil investigasi tidak digunakan sebagaimana mestinya dan tidak sampai ke pihak-pihak yang terlampir. Jadi benar-benar fiktif," ujar Anang.

Namun dia tak merinci bank BUMN apa yang dijadikan tempat meminjam. Ia memperkirakan potensi kerugian akibat perbuatan tersangka berdasarkan perhitungan BPKP sekitar Rp 9,5 miliar.

Para tersangka dikenai Pasal 2 dan Pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah UU Nomor 20 Tahun 2001 jo Pasal 55 ayat ke-1 KUHP.

(yld/dhn)