Libur Cuti Bersama, Mahfud Md Minta Potensi Penularan COVID-19 Diantisipasi

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Kamis, 22 Okt 2020 18:23 WIB
Mahfud Pimpin Rapat TGPF Penambakan di Papua
Foto: Mahfud Md (dok. Kemko Polhukam)
Jakarta -

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud Md, meminta semua pihak untuk mengantisipasi potensi kerawanan, terutama penularan Covid-19 di masa libur cuti bersama pekan depan. Mahfud enggan muncul klaster baru akibat libur panjang tersebut.

"Ini kita akan menghadapi libur panjang yang intinya itu adalah libur Maulid Nabi SAW, tetapi libur Maulid Nabi SAW ini ada sambungannya liburnya itu, orang bisa saja mengambil libur lebih awal, kemudian sambungannya sesudah itu, jadi bukan hanya satu hari. Oleh sebab itu, di situ akan terjadi kerawanan-kerawanan yang harus kita antisipasi yang mungkin tidak kondusif atau tidak sejalan dengan kebijakan pokok Pemerintah pada saat ini, yaitu protokol kesehatan," kata Mahfud MD saat memberi arahan dalam Rapat Koordinasi Antisipasi Libur Panjang Cuti Bersama Maulid Nabi Muhammad SAW di Gedung Sasana Bhakti Praja (SBP) Kantor Kemendagri Jakarta, dalam keterangan tertulis, Kamis (22/10/2020).

Menurut Mahfud MD, setiap ada libur panjang, selalu ada potensi kerumunan atau tumpukan orang. Misalnya di transportasi umum, terminal, stasiun, bandara dan tempat-tempat rekreasi. Di masa pandemi, hal itu sangat rentan terjadinya penularan virus.

"Lalu reunian bagi orang yang pulang kampung biasanya lalu mengumpulkan teman-teman satu kampus satu sekolah ketika di desa dulu atau di daerah dulu, lalu lupa melanggar protokol kesehatan dan yang akan banyak juga tumpukan karena ada perayaan Maulid karena ini libur Maulid Nabi. Maulidan, itu akan banyak pengajian-pengajian, ada festival-festival biasanya begitu kalau hari Maulid itu," kata Mahfud.

Karena itu, Mahfud meminta potensi penularan COVID-19 ini harus diantisipasi. Dia meminta agar protokol kesehatan pencegahan COVID-19 terus diterapkan agar angka kasus COVID-19 akan semakin menurun dan tingkat kesembuhan pasien meningkat.

"Kemudian persentase penularan yang juga sudah bagus, tingkat kematian yang juga sudah bagus, karena sedikit, di tingkat kematian itu 3 koma sekian persen, masih lumayan meskipun tidak sama dengan rata-rata dunia, bisa menurun lagi. Nah itu semua harus diantisipasi," kata dia.

Lebih lanjut, Mahfud juga mengingatkan agar perayaan Maulid Nabi tidak menimbulkan klaster penularan COVID-19. Karenanya, dia meminta penerapan protokol kesehatan harus diperhatikan betul.

"Nanti tentu akan banyak yang menyampaikan yang mengamankan jalan siapa, yang Maulidan siapa, tempat rekreasi siapa dan semuanya itu akan sangat ditentukan bagaimana daerah, pimpinan daerah, Forkompinda dan seluruh jajarannya itu berkoordinasi untuk melakukan antisipasi atas berbagai kemungkinan (penularan virus)," kata Mahfud.

Acara rapat koordinasi ini dihadiri pula Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian, Kepala BNPB,/Ketua Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Nasional Doni Monardo, Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Pendidikan dan Moderisasi Beragama mewakili Menko Bidang PMK, Dirjen Bimas Islam mewakili Menteri Agama, Deputi Bidang Kebijakan Strategis mewakili Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sekjen Kemenaker mewakili Menteri Ketenagakerjaan, Kasum TNI mewakili Panglima TNI, Asops Kapolri mewakili Kapolri, Wakil Kepala BIN mewakili Kepala BIN, para Gubernur, Bupati dan Wali Kota serta jajaran pejabat Forkopimda Provinsi, Kabupaten dan Kota se-Indonesia.

(mae/imk)