Menristek Minta Pembuang Limbah Radioaktif di Perum Batan Indah Dihukum Tegas

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Kamis, 22 Okt 2020 14:17 WIB
Menristek Bambang dorong ilmuwan RI temukan vaksin virus corona COVID-19.
Menristek Bambang Brodjonegoro (Foto: Kemenristek)
Jakarta -

Menristek/Kepala BRIN, Bambang Brodjonegoro mengatakan warga merasa tidak tenang saat ditemukan zat radioaktif di Perumahan Batan Indah, Tangerang Selatan. Bambang mengatakan pelaku pembuang limbah tersebut harus ditindak secara tegas.

"Jadi ketika ada berita mengenai paparan radioaktif di Perumahan Batan Indah pasti yang akan merasa tidak tenang dan merasa gelisah adalah warga yang tinggal di situ. Meski bukan di rumahnya, tadi adanya di tanah lapang atau taman lah istilahnya dan halte jadi tidak di rumah-rumah tapi tetap mengganggu ketenangan warga," kata Bambang melalui siaran YouTube, Bapeten, Kamis (22/10/2020).

Bambang mengatakan paparan zat radioaktif tidak bisa dideteksi oleh indra sehingga tidak bisa diketahui. Hal itu, kata Bambang sangat berbahaya.

"Perlu menjadi perhatian kita semua paparan radioaktif tersebut tidak bisa dicuim, tidak terasa dan kasat mata. Jadi artinya ini malah lebih berbahaya dari pada ancaman lain yang mungkin timbul untuk wilayah perkotaan. Mungkin kalau saya ibaratkan paparan radioaktif ini mirip Covid, Covid juga sama kita nggak tahu virusnya ada di mana sebesar apa, tahu-tahunya kita terpapar setelah melalui testing," kata dia.

Bambang mengatakan penemuan zat radioaktif harus menjadi perhatian aparat pemerintah. Dia mengatakan pelaku yang membuang harus dikenakan hukum yang tegas.

"Tentunya yang harus menjadi perhatian dari kita semua terutama aparat pemerintah yang menangani nuklir bukan hanya sekedar kita bisa mendeteksi, tapi sebenarnya pertanyaan terbesar adalah kenapa di daerah itu sampai terjadi paparan dari radioaktif tersebut. Pasti ada penyebabnya, tanpa penyebab tahu-tahu tanah mengandung radioaktif. Mudah-mudahan dari informasi yang saya terima, pihak yang membuang secara ilegal bahan radioaktif tersebut mudah-mudahan sudah diproses secara hukum oleh polisi," tutur Bambang.

Tonton video 'Polisi Periksa 6 Saksi Baru Terkait Limbah Radioaktif di Batan Indah':

[Gambas:Video 20detik]



Bambang mengatakan zat radioaktif tidak bisa dibuang secara sembarangan. Limbah ini akan bertahan lama sehingga perlu penanganan khusus.

"Karena membuang limbah radioaktif itu aturannya sangat ketat. Berbeda dengan membuang sampang biasa, mungkin tingkat keketatannya mirip dengan limbah rumah sakit, limbah medis yang juga tidak boleh dibuang sembarangan. kalau radioaktif tempatnya ada di Puspiptek, Serpong. Memang limbah ini susah hilangnya, bertahan lama, karena itu perlu perlakuan khusus," jelasnya.

"Ketika seseorang membuangnya begitu saja dan tidak bertanggung jawab di tempat yang terbuka dan ditempat publik maka proses hukum harus dikedepankan," sambungnya.

Sebelumnya, polisi mengatakan berkas kasus penemuan zat radioaktif di Perumahan Batan Indah dinyatakan lengkap. Tersangka kasus tersebut, berinisial SM, segera menjalani persidangan.

"Alhamdulillah kasus tersebut sudah P21," kata Kasubdit 2 Dittipidter Bareskrim Polri Kombes Wishnu Hermawan Februanto, saat konferensi pers di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Kamis (13/8/2020).

SM diketahui menyimpan zat radioaktif di tempat tinggalnya karena membuka jasa dekontaminasi radioaktif. SM dijerat Pasal 42 dan/atau Pasal 43 Undang-Undang (UU) Nomor 10 Tahun 1997 tentang Ketenaganukliran.

(lir/fjp)