Menristek Minta Pembuang Limbah Radioaktif di Perum Batan Indah Dihukum Tegas

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Kamis, 22 Okt 2020 14:17 WIB
Menristek Bambang dorong ilmuwan RI temukan vaksin virus corona COVID-19.
Menristek Bambang Brodjonegoro (Foto: Kemenristek)

Bambang mengatakan zat radioaktif tidak bisa dibuang secara sembarangan. Limbah ini akan bertahan lama sehingga perlu penanganan khusus.

"Karena membuang limbah radioaktif itu aturannya sangat ketat. Berbeda dengan membuang sampang biasa, mungkin tingkat keketatannya mirip dengan limbah rumah sakit, limbah medis yang juga tidak boleh dibuang sembarangan. kalau radioaktif tempatnya ada di Puspiptek, Serpong. Memang limbah ini susah hilangnya, bertahan lama, karena itu perlu perlakuan khusus," jelasnya.

"Ketika seseorang membuangnya begitu saja dan tidak bertanggung jawab di tempat yang terbuka dan ditempat publik maka proses hukum harus dikedepankan," sambungnya.

Sebelumnya, polisi mengatakan berkas kasus penemuan zat radioaktif di Perumahan Batan Indah dinyatakan lengkap. Tersangka kasus tersebut, berinisial SM, segera menjalani persidangan.

"Alhamdulillah kasus tersebut sudah P21," kata Kasubdit 2 Dittipidter Bareskrim Polri Kombes Wishnu Hermawan Februanto, saat konferensi pers di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Kamis (13/8/2020).

SM diketahui menyimpan zat radioaktif di tempat tinggalnya karena membuka jasa dekontaminasi radioaktif. SM dijerat Pasal 42 dan/atau Pasal 43 Undang-Undang (UU) Nomor 10 Tahun 1997 tentang Ketenaganukliran.

Halaman

(lir/fjp)