Diduga Depresi, Pria Ditemukan Tewas Gantung Diri di Pondok Gede Bekasi

Yogi Ernes - detikNews
Kamis, 22 Okt 2020 13:57 WIB
Ilustrasi Bunuh Diri
Foto: Thinkstock
Beaksi -

Seorang pria berinisial AS (44) ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di dalam rumahnya di daerah Pondok Gede, Bekasi. Polisi menduga korban bunuh diri karena depresi.

Kanit Reskrim Polsek Pondok Gede AKP Supriyanto mengatakan penemuan jenazah korban terjadi pada Rabu (21/10/2020), sekitar pukul 21.00 WIB. Supriyanto memastikan pihaknya tidak menemukan unsur pidana dari peristiwa tersebut.

"Nggak ada (unsur pidana). Orang Polres (Bekasi Kota) juga datang kemarin dicek ada unsur pidananya atau nggak, pas dicek nggak ada pidananya. Ya udah dibawa ke RS Polri," kata Supriyanto saat dihubungi wartawan, Kamis (22/10/2020).

Sementara itu, Bhabinkamtibmas Kecamatan Pondok Gede Bripka Lamberthes mengatakan korban diketahui tinggal sendiri di rumahnya selama sebulan terakhir. Keterangan keluarga korban juga menyebutkan selama ini korban memiliki penyakit yang tidak kunjung sembuh.

"Kalau kita komunikasi sama beberapa pihak keluarga kan kita lihat kondisi kaki korban masih diperban. Jadi belakangan ini kan dia ojek online dan pernah kecelakaan sebulan lalu. Kecelakaan tabrak lari dan lukanya di kaki, setelah dibawa ke rumah sakit nggak sembuh-sembuh karena punya riwayat gula," terang Lamberthes.

Kondisi tersebut disinyalir membuat korban depresi dan memilih mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri. Lamberthes pun memastikan tidak menemukan adanya luka lain selain di leher korban.

"Jadi mungkin almarhum depresi atau pesimis menjalani hidup ya akhirnya dia berbuat seperti itu. Nggak ada istilahnya luka lain ya. Nggak ada pidananya emang murni bunuh diri," pungkas Lamberthes.

Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bila Anda, pembaca, merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.

(mei/mei)