Round-Up

Geger Narasi Palsu 'Polisi vs Polisi' Saat Demo di Jambi

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 22 Okt 2020 06:01 WIB
Video viral polisi amankan pendemo rusuh di Jambi (Screenshot video viral)
Foto: Video viral polisi amankan pendemo rusuh di Jambi (Screenshot video viral)
Jambi -

Narasi palsu soal polisi saling gebuk saat demo di Jambi banyak tersebar. Narasi ini dengan cepat ditangkis Polri.

Narasi itu beredar di media sosial (medsos) bersamaan dengan video berdurasi 2 menit 6 detik. Sebelum terjadi momen polisi versus (vs) polisi, dinarasikan ada seorang anggota kepolisian berpangkat perwira menyusupi massa yang menolak omnibus law UU Cipta Kerja.

Demo tersebut terjadi di area DPRD Jambi, Selasa (20/10). Perwira yang disebut menyusup ke barisan massa disebutkan adalah pria yang mengenakan almamater hijau. Anehnya, meski dinarasikan perwira, pria beralmamater tersebut tangannya dipiting.

Kemudian terjadi cekcok antara polisi berpakaian bebas dengan polisi antihuru-hara. Disebutkan cekcok terjadi karena tak ada koordinasi antara petugas karena polisi antihuru-hara memukul 'perwira' beralmamater hijau yang dibekuk polisi berpakaian bebas. Narasi palsu polisi vs polisi pun banyak tersebar.

Penjelasan Polisi

Narasi tersebut mentah-mentah dibantah polisi. Karo Penmas Divisi Humas Polri menyatakan pria beralmamater yang diamankan merupakan mahasiswa Universitas Batanghari (Unbari) Jambi.

"Terkait video viral di medsos yang mengatakan bahwa PA Brimob menyamar sebagai mahasiswa dan ditangkap oleh polisi lalu kena pukul personel Sabhara adalah tidak benar," ujar Brigjen Awi kepada wartawan, Rabu (21/10/2020).

Dia mengatakan mahasiswa tersebut diamankan karena terlibat dalam kericuhan. Kemudian mahasiswa tersebut diamankan anggota Brimob berpakaian bebas.

"Yang ditangkap menggunakan baju almamater hijau (kampus Unbari) saat kejadian adalah benar-benar mahasiswa. Mahasiswa tersebut ditangkap karena sudah anarkis melawan petugas, makanya diamankan," ucap Awi.

Selanjutnya
Halaman
1 2