Calon Pekerja Migran Dapat Pelatihan Bahasa Jepang dari Kemnaker

Yudistira Imandiar - detikNews
Rabu, 21 Okt 2020 21:44 WIB
Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mulai menggelar pelatihan Bahasa Jepang untuk calon pekerja migran Indonesia (CPMI) yang akan bekerja di Jepang
Foto: Dok. Kemnaker
Jakarta -

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mulai menggelar pelatihan Bahasa Jepang untuk calon pekerja migran Indonesia (CPMI) yang akan bekerja di Jepang melalui skema Indonesia-Japan Economic Partnership Agreement (EPA) tahap ke-13. Dalam pelatihan ini, peserta mendapatkan pembekalan bahasa dan instrumen perlindungan bagi CPMI.

"Pelatihan Bahasa Jepang yang diselenggarakan ini merupakan upaya kita, selain untuk meningkatkan kompetensi, juga merupakan upaya memberikan instrumen perlindungan. Hal ini sebagaimana diamanahkan dalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017," kata Dirjen Binalattas Kemnaker Budi Hartawan dalam keterangan tertulis, Rabu (21/10/2020).

Pelatihan dilaksanakan secara online diikuti 321 peserta, terdiri dari 25 kandidat nurse dan 296 kandidat careworker. Selain itu, ada tiga orang kandidat yang telah memiliki sertifikasi JLPT level N2, N3, dan N4, sehingga tidak perlu mengikuti pelatihan.

"Kami harapkan pelatihan dengan metode daring dilaksanakan tanpa menghilangkan substansi dan pencapaian kompetensi yang dibutuhkan," sambung Budi.

Dirjen Binapenta dan PKK Suhartono mengatakan keberangkatan pekerja dalam program EPA ke-13 ini sempat tertunda karena adanya pandemi COVID-19. Pemerintah Indonesia secara aktif berkomunikasi dengan Pemerintah Jepang terkait penundaan tersebut, salah satunya membahas upaya menjaga kemampuan bahasa Jepang para pekerja sampai dengan waktu keberangkatan.

"Adapun jadwal keberangkatan Kandidat EPA-13 mengalami penundaan hingga adanya pemberitahuan resmi dari Pemerintah Jepang dan kondisi di Jepang kondusif," jelas Suhartono.

Kepada peserta pelatihan, Suhartono menerangkan pelatihan Bahasa Jepang ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk menyiapkan CPMI menjadi semakin siap untuk bekerja. Ia juga berpesan kepada peserta untuk tetap jaga kesehatan, karena kesehatan adalah kunci utama kita melakukan segala sesuatunya.

"Terakhir, tanamkan sikap disiplin, santun, dan memiliki komitmen untuk memberikan pelayanan terbaik dalam pelaksanaan tugas nanti," kata Suhartono.

(akn/ega)