Siap Operasi, Pasar Benpas Mojokerto Bakal Terapkan Transaksi Digital

Inkana Putri - detikNews
Rabu, 21 Okt 2020 21:00 WIB
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari mengecek kesiapan Pasar Benteng Pancasila (Benpas) yang akan resmi dibuka kembali pada Kamis besok.
Foto: Dok. Pemkot Mojokerto
Jakarta -

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari mengecek kesiapan Pasar Benteng Pancasila (Benpas) yang akan resmi dibuka kembali pada Kamis besok. Sebelumnya, Pasar Benpas pernah terbakar pada 2017, dan kini telah bisa ditempati kembali oleh para pedagang.

Dalam kunjungannya, wanita yang akrab disapa Ning Ita ini menyempatkan diri menyapa para pedagang dan berbincang bersama salah satu pedagang kios, yang merupakan penghuni lama saat pasar terbakar.

Ia menjelaskan Pasar Benpas merupakan pasar keempat yang dibangun setelah dua tahun dirinya menjabat. Adapun pembangunan ini bertujuan untuk memajukan ekonomi, khususnya di tengah krisis pandemi.

Ning Ita juga menyosialisasikan salah satu transaksi modern yang nantinya digunakan di Pasar Benpas, yang bertujuan untuk memutus rantai penyebaran virus Corona.

"Kami juga telah menyiapkan aplikasi cashless Meeber. Aplikasi ini sudah disiapkan sejak tiga bulan terakhir, jadi bukan sesuatu yang tiba-tiba," kata Ning Ita, dalam keterangan tertulis, Rabu (21/10/2020).

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Mojokerto Ruby Hartoyo mengatakan para pedagang telah diberi penjelasan terkait cara kerja aplikasi tersebut. Namun, ia menjelaskan untuk bisa bertransaksi dengan lancar, para pembeli juga harus memiliki aplikasi Meeber.

"Para pedagang sudah kami bekali dan install-kan aplikasi itu di masing-masing handphone. Cuma sekarang tergantung pembelinya, karena pembeli harus punya aplikasi itu juga. Kalau pembeli tidak punya aplikasi itu, tidak bisa," katanya.

Selain melakukan sosialisasi, Ruby juga menjelaskan pihaknya telah melakukan pelatihan sehingga nantinya semua pelanggan bisa mengoperasikan aplikasi Meeber.

"Nanti kami akan terus dampingi dalam penggunaannya ke depan," ujarnya.

Terkait kesiapan pasar, Ruby memaparkan ada beberapa hal kecil yang perlu diperbaiki seperti rolling door yang macet dan penambahan lampu oleh para pedagang.

"Nanti kita coba mengklasifikasikan kios. Karena masih ada pedagang makanan minuman dan pedagang kain yang bersebelahan, jadi masih harus dipetak-petak," imbuhnya.

Lebih lanjut ia mengatakan sejauh ini dirinya belum menerima keluhan dari pedagang sekitar. Menurutnya, saat ini mereka telah merasa cukup dengan apa yang telah diberikan pemerintah.

"Sementara tidak ada. Karena pada dasarnya mereka sudah sangat bersyukur dengan adanya bangunan ini," katanya.

Meskipun telah siap dioperasikan kembali, Ruby mengatakan hanya ada beberapa pedagang saja yang bisa berjualan di Pasar Benpas.

Pasar yang berada di bawah naungan Dinas Perindustrian dan Perdagangan ini memiliki total 242 kios yang dibangun dengan dana sebesar Rp 11,2 miliar. Kios-kios ini telah diisi oleh 198 eks pedagang alun-alun, 17 pedagang dari Tropodo dan 25 pedagang yang telah mendaftar di Disperindag.

"Hari ini akan diumumkan siapa saja yang terpilih untuk menempati pasar karena yang terdaftar di kami ada lebih dari 30-an orang. Padahal yang tersedia hanya 25. Itu terserah Bu Wali milih yang mana. Kualifikasinya mereka yang sudah berjualan. Sudah ada jiwa-jiwa pedagangnya dan bukan orang baru," paparnya.

Di akhir kunjungannya, Ruby berharap agar hingga malam hari, semua kios sudah langsung terisi sehingga saat diresmikan seluruh pedagang sudah bisa berjualan seperti sedia kala.

"Sehingga persiapan peresmian besok, waktu ditinjau oleh Bapak Ketua DPD, Bu Gubernur ataupun wali kota kiosnya sudah buka semua. Waktu peninjauan nanti, biar sudah bisa ada transaksi jual-beli. Bisa langsung berfungsi," tutupnya.

Sebagai informasi, dalam kunjungannya Ning Ita tetap menerapkan protokol kesehatan dengan menggunakan face shield. Didampingi oleh Ruby, keduanya mengelilingi bangunan yang telah rampung, serta mengunjungi kios untuk melihat dan membahas fasilitas yang ada.

(akn/ega)