Tangkap Admin Medsos Provokasi, Polisi Buru Aktor Intelektual Demo Ricuh

Farih Maulana Sidik - detikNews
Rabu, 21 Okt 2020 18:12 WIB
Gedung Polda Metro Jaya
Gedung Polda Metro Jaya (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

Polisi menangkap sejumlah admin media sosial (medsos) terkait dugaan penghasutan dan provokasi yang berujung tindakan anarkistis. Kini polisi tengah mengejar aktor intelektual ricuh di demo omnibus law UU Cipta Kerja di Jakarta.

"Bagian ke atasnya (aktor intelektual) nanti akan kita kejar. Kita masih melakukan penyelidikan, kita akan kejar sampai mana pun," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus kepada wartawan, Rabu (21/10/2020).

Yusri mengungkap isi percakapan dalam grup medsos kelompok anarko ini. Menurutnya, ada berbagai macam provokasi hingga pembakaran sejumlah fasilitas umum memang telah direncanakan.

"Karena ini kalau dilihat bagaimana isi dari grupnya itu, 'bawa apa', 'ketemu polisi nanti seperti apa'. Bikin rusuh, bakar ini dan itu, ada di grup itu. Macam-macam disampaikan dalam grup itu, memang sudah penghasutan, termasuk tanggal 8, 13, dan 20 (Oktober) kemarin sudah disebarkan semuanya. Itu bentuk penghasutan," jelas Yusri.

Yusri menyebut ada dampak cukup signifikan setelah admin medsos penghasut ditangkap. Saat demo mahasiswa kemarin, jumlah kelompok perusuh disebut berkurang.

"Dengan admin diamankan kemarin, alhamdulillah kemarin berkurang yang datang (demo) ke sini. Tetapi kalau ada yang mau coba-coba lagi menghasut, memprovokasi, kami akan kejar terus," katanya.

Yusri mengatakan satu admin penghasut yang belum tertangkap telah diketahui identitasnya. Orang itu tengah diburu polisi.

"Untuk admin Facebook 'STM Se-Jabodetabek' ada tiga adminnya, dua sudah kita tangkap, yang satu lagi kita lakukan pengajaran," tegasnya.

(fas/mea)