Buntut Brigjen EP Terlibat LGBT, PKB Minta Polri Evaluasi Rekrutmen Personel

Rahel Narda Chaterine - detikNews
Rabu, 21 Okt 2020 14:33 WIB
Jazilul Fawaid
Jazilul Fawaid (Foto: dok. MPR)
Jakarta -

Seorang anggota Polri berinisial Brigjen EP dinonjobkan akibat terlibat dalam kelompok lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT). Buntutnya, PKB meminta Polri mengevaluasi proses rekrutmen personel.

"Kasus tentunya akan menjadi bahan evaluasi dan koreksi dalam perekrutan anggota ataupun promosi jabatan dalam institusi Polri dan TNI," kata anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PKB Jazilul Fawaid kepada wartawan, Rabu (21/10/2020).

Jazilul mengaku prihatin atas kasus Brigjen EP. Sebab, menurut Waketum PKB itu, LGBT merupakan perilaku menyimpang. Terlebih LGBT juga hal tabu di lingkungan Polri.

"Kami prihatin. Sebab, itu perilaku menyimpang, tidak sesuai dengan agama dan adat istiadat Indonesia," ucap Jazilul.

"Dalam budaya Indonesia, LGBT itu tabu, apalagi terjadi di institusi Polri," imbuhnya.

Jazilul yakin Kapolri Jenderal Idham Azis akan melakukan penegakan disiplin kepada seluruh jajarannya. Wakil Ketua MPR RI itu berharap tidak ada perilaku yang aneh-aneh di jajaran kepolisian.

"Kami percaya Kapolri akan melakukan pembinaan dan penegakan disiplin sesuai aturan agar tidak ada perilaku aneh-aneh pada jajarannya," tutur Jazilul.

Seperti diketahui, Brigjen EP telah dijatuhi saksi tidak diberi jabatan hingga pensiun karena terlibat LGBT. Brigjen EP dijatuhi sanksi karena terlibat LGBT pada akhir 2019.

"Salah satu sanksi adalah nonjob (tidak diberi jabatan) sampai purna," kata Asisten Kapolri Bidang Sumber Daya Manusia (As SDM) Irjen Sutrisno Yudi Hermawan kepada detikcom, Selasa (20/10/2020).

Polri juga mengaku melakukan pembenahan di sistem penilaian personelnya. Hal itu dilakukan untuk mengurangi pengaruh LGBT di lingkungan Polri.

(hel/zak)