Mahfud Tepis Warga Papua Ingin TNI-Polri Ditarik: Yang Minta KKB!

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Rabu, 21 Okt 2020 14:08 WIB
Menko Polhukam Mahfud Md berdialog dengan perwakilan buruh se-Jatim. Mahfud berjanji kritik dari buruh dijadikan catatan rancangan peraturan pemerintah (PP). (YouTube Kemenko Polhukam RI)
Menko Polhukam Mahfud Md (Foto: dok. YouTube Kemenko Polhukam RI)
Jakarta -

Menko Polhukam Mahfud Md menepis kabar masyarakat Papua meminta aparat TNI-Polri ditarik dari Bumi Cenderawasih. Mahfud mengatakan penarikan aparat keamanan dari Papua adalah permintaan kelompok kriminal bersenjata (KKB).

"Keliru jika mengatakan masyarakat Papua sudah meminta aparat TNI-Polri ditarik dari Papua. Yang meminta begitu itu KKB, TNPB. Itu yang minta," kata Mahfud dalam konferensi pers di kantornya, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Rabu (21/10/2020).

Dia mengungkapkan justru masyarakat Papua terus mengharapkan kehadiran aparat penegak hukum demi keamanan mereka. Mahfud juga mengungkapkan masih banyak daerah yang membutuhkan kehadiran aparat TNI-Polri di Papua.

Mahfud mengatakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah mengetahui kebutuhan ini.

"Kalau rakyat Papua itu justru perlu aparat untuk menjaga keamanan, dan faktanya, di sana, karena daerahnya sangat luas, ada beberapa daerah yang masih kosong. Jadi rangkap. Misal polres ini merangkap sana-sana, koramil ini merangkap sana-sana, begitu juga polsek," kata dia.

"Itu kami merekomendasikan agar segera diisi. Kompolnas juga pernah menyampaikan itu ke Presiden. Tinggal sekarang TNI-Polri sesuai dengan peraturan yang berlaku," sambung Mahfud.

Mahfud menegaskan tak ada masyarakat Papua yang menolak kehadiran TNI-Polri. Dia mengatakan permintaan tersebut hasil narasi dari KKB atau kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB).

"Jadi tidak ada yang menolak, kecuali KKB atau KKSB. Kalau rakyat sendiri justru meminta agar ada yang mengamankan mereka," ungkapnya.

(jbr/idh)