Menko PMK Buka Data 2019: 1 dari 4 Anak Indonesia Kurang Gizi

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Rabu, 21 Okt 2020 12:41 WIB
Menko PMK, Muhadjir Effendy
Menko PMK Muhadjir Effendy (Foto: dok. Kemenko PMK)

Berdasarkan data Bank Dunia yang disinggung Muhadjir, 54 persen angkatan kerja Indonesia saat ini pernah mengalami stunting. Merujuk pada kondisi tersebut, Muhadjir menekankan perlu penanganan strategis untuk membangun sumber daya manusia yang berkualitas.

"Sebagaimana dilansir oleh Bank Dunia, kondisi angkatan kerja kita yang sekarang jumlahnya 137 juta, sekitar 54 persen pernah mengalami stunting pada 1.000 hari awal kehidupan. Tentu kondisi inilah yang akan kita jadikan dasar untuk menganggap kenapa masalah stunting di Indonesia ini menjadi persoalan yang paling strategis dalam upaya kita untuk membangun sumber daya manusia yang maju dan berkeunggulan," katanya.

Pemerintah, kata Muhadjir, berkomitmen menurunkan angka stunting di Indonesia. Dia menyebut Presiden Jokowi menargetkan agar angka stunting turun pada angka 14 persen pada 2024.

"Pemerintah menaruh komitmen yang sangat tinggi dalam masalah stunting ini. Saat ini yang digunakan landasan untuk penanganan stunting adalah Peraturan Presiden Nomor 42 Tahun 2013 tentang Gerakan Nasional Percepatan Perbaikan Gizi, yang menurut hemat kami perpres tersebut sudah tidak terlalu relevan untuk dijadikan dasar berpijak, dasar regulasi untuk penanganan stunting di Indonesia," sebut Muhadjir.

"Oleh sebab itu, saat ini dengan prakarsa dari Bappenas, telah dilakukan proses perubahan atas perpres tersebut dengan rancangan peraturan yang baru, yaitu rancangan peraturan presiden tentang percepatan penanganan stunting untuk mencapai target atas stunting pada 2024," lanjutnya.


(lir/tor)