Soal Survei Litbang Kompas, PKS: Kinerja Jokowi Jauh dari Harapan

Ibnu Hariyanto - detikNews
Rabu, 21 Okt 2020 05:53 WIB
Ketua DPP PKS, Mardani Ali Sera.
Foto: Ketua DPP PKS, Mardani Ali Sera. (Lisye-detikcom)
Jakarta -

Hasil survei Litbang Kompas menyatakan sebanyak 52,5 persen responden tidak puas terhadap kinerja Jokowi-Ma'ruf Amin dalam satu tahun terakhir. PKS menilai sebagai inkumben kinerja Jokowi jauh dari harapan.

"Faktanya jelas publik memberi suara jauh dari puas pada kinerja setahun pertama Pak Jokowi. Ini jadi masukan yang ke sekian bagi Pak Jokowi untuk segera memperbaiki kinerjanya. Dengan posisi inkumben yang melanjutkan kepemimpinan pertama, prestasi ini jauh dari harapan," kata Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera kepada wartawan, Selasa (20/10/2020).

Menurut Mardani, ada sejumlah faktor yang membuat publik tak puas dengan kinerja Jokowi-Ma'ruf selama setahun ini. Faktor-faktor itu salah satunya penanganan pandemi COVID-19.

"Penanganan pandemi tidak berbasis sains, para dokter, epidemiolog hingga IDI tidak dilibatkan. Belum lagi kotak-katik gugus tugas, mestinya pemberdayaan Kemenkes dan Kemendagri. UMKM banyak yang berat tapi realisasi bantuan tidak akurat dan tidak tepat seperti yang diperlukan, sewa tempat dan bayar listrik-air belum dicover sampai pendidikan jarak jauh juga jauh dari harapan," sebut Mardani.

Seperti diketahui, Litbang Kompas merilis survei dengan hasil lebih banyak responden yang tidak puas terhadap kinerja Jokowi-Ma'ruf. Survei Litbang Kompas dilakukan lewat telepon pada 14-16 Oktober 2020 terhadap 529 responden di 80 kota/kabupaten di 34 provinsi. Jumlah responden ditentukan secara proporsional dengan tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error 4,3 persen.

Responden ditanya 'Secara umum, puas atau tidakkah Anda dengan kinerja pemerintahan Joko Widodo-Ma'ruf Amin satu tahun terakhir ini?' Berikut hasilnya:
Sangat puas: 5,5%
Puas: 39,7%
Tidak puas: 46,3%
Sangat tidak puas: 6,2%
Tidak tahu: 2,3%

Bila dikelompokkan, berarti ada 45,2 persen responden yang puas terhadap kinerja Jokowi-Ma'ruf dan 52,5 persen tidak puas.

(ibh/zak)